SORONG, PBD – SKK Migas bersama Petrogas (Island) Ltd. terus berupaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan percepatan penanganan masalah gizi melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bertajuk “Sinergi Gerakan Intervensi Gizi Inklusif (Si Gizi)” yang digelar pada 12 Mei 2026 di Kampung Duriankari, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong.
Program ini menyasar bayi, balita, ibu hamil, serta kader Posyandu di tiga kampung yakni Kampung Duriankari, Kampung Batbiro, dan Kampung Manfanim. Kader Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan pemanfaatan pangan lokal yang bergizi, sehat, aman, dan ekonomis.
Kegiatan tersebut juga melibatkan tenaga kesehatan, perwakilan masyarakat, serta unsur pemerintah kampung. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, peserta diberikan berbagai materi dan praktik langsung terkait edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting, identifikasi pangan lokal bernilai gizi tinggi, hingga pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi menu sehat keluarga.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penyusunan menu bergizi bagi balita, ibu hamil, dan lansia, teknik penyajian makanan sehat yang higienis dan menarik, serta strategi edukasi masyarakat oleh kader Posyandu.
Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan demonstrasi memasak menggunakan bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, sayuran, ikan, telur, dan hasil pangan lainnya yang mudah diakses masyarakat namun memiliki kandungan gizi tinggi.
Petrogas (Island) Ltd. juga memberikan dukungan berupa bahan makanan, paket nutrisi, peralatan memasak, dan peralatan makan bagi balita dan ibu hamil.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Sorong, Kepala Seksi Gizi dan Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Mustika A. Mato, menyampaikan apresiasinya kepada SKK Migas dan Petrogas (Island) Ltd. yang terus mendukung pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasi hulu migas.
“Ini merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi. Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan kader Posyandu mampu mengedukasi masyarakat untuk lebih optimal memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga,” jelas Mustika.
Selain program intervensi gizi, Petrogas (Island) Ltd. bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan masyarakat melalui program “Skrining Inisiasi Gaya Hidup Sehat Atasi Penyakit Tidak Menular (Sigap Petro)”.
Program tersebut bertujuan mendukung penurunan prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan obesitas.
Dalam kegiatan skrining, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, dan indeks massa tubuh (IMT). Masyarakat juga memperoleh layanan konsultasi kesehatan serta penyuluhan mengenai pentingnya aktivitas fisik, pola makan seimbang, istirahat yang cukup, dan pengelolaan stres.
Kepala Sub Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Mersy Asmuruf, mengapresiasi pelaksanaan program Sigap Petro.
“Melalui skrining kesehatan ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dan perubahan gaya hidup sehat dapat segera dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, menegaskan bahwa program PPM bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi bagian dari sistem operasi industri hulu migas untuk memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah sekitar operasi.
Field Operation Manager RH Petrogas Companies in Indonesia, Mustaman, mengatakan program kesehatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.
“Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sorong, pelaksanaan program PPM ini diharapkan dapat membantu mendukung peningkatan kualitas kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk bayi, balita, ibu hamil, serta lansia,” terangnya.
Diakhir kegiatan, masyarakat diajak menanam pohon buah melalui penyerahan bibit tanaman kepada peserta sebagai bentuk kampanye hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan. (**/Oke)













Komentar