SORONG, PBD – Sejumlah Kepala daerah se-Tanah Papua melakukan deklarasi dan penandatanganan komitmen di salah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (30/5/2026).
Deklarasi tersebut bentuk komitmen mempercepat eliminasi Tuberkulosis TBC melalui pendekatan sanitasi berbasis komunitas serta memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis MBG.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H., M.P.A dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan MBG di Kota Sorong sejauh ini berjalan baik. Pemkot Sorong menyatakan dukungan penuh karena pemenuhan gizi anak dinilai sebagai investasi penting untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas.
Dalam implementasinya, Pemkot Sorong terus membangun koordinasi lintas sektor bersama OPD terkait, pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta berbagai stakeholder. Koordinasi ini untuk memastikan MBG berjalan tepat sasaran dan memenuhi standar pelayanan.
“Pemkot juga memberi perhatian khusus pada aspek higiene sanitasi, keamanan pangan, dan quality control dalam proses penyediaan makanan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG. Langkah ini penting agar makanan yang diberikan tidak hanya bergizi tapi juga aman dikonsumsi siswa,” ujar Septinus Lobat.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak, MBG di Kota Sorong mulai memberi dampak positif ke ekonomi lokal. Keterlibatan UMKM, penyedia bahan pangan lokal, petani, dan nelayan jadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program.
Meski begitu, ia menyebut Pemkot Sorong menyadari masih ada tantangan dari sisi distribusi, kesiapan sarana pendukung, dan penguatan sistem pengawasan. Pemkot berharap ada dukungan, pendampingan, dan penguatan koordinasi dari Badan Gizi Nasional BGN agar pelaksanaan MBG terus meningkat.
“Sebagai daerah yang berkembang, Kota Sorong juga terbuka untuk kerja sama, inovasi, dan penguatan kapasitas kesehatan masyarakat. Pemkot percaya koordinasi baik, pertukaran pengalaman antar daerah, dan dukungan pemerintah pusat akan membuat upaya eliminasi TB serta peningkatan kualitas kesehatan lingkungan berjalan lebih optimal di Tanah Papua,” tutupnya. (DW)












Komentar