Keluarga Korban Kebakaran Double O Datangi Posko Antemortem

SORONG, – Meski belum ada data resmi dari Polres Sorong Kota maupun Polda Papua Barat terkait data dan identitas 17 korban terbakarnya Tempat Hiburan Malam Double O pada Selasa (25/1/22). Namun sejumlah warga yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya yang bekerja di Double O satu persatu mulai berdatangan di Posko Antemortem gabungan Polda Papua Barat dan Polres Sorong Kota di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (26/1/22).

Salah satu kerabat korban yang jenazahnya belum dapat teridentifikasi, Jhon Lewerisa mengaku bahwa dari data yang diperoleh, salah satu nama Dezra yang merupakan gitaris merupakan adik dari sahabat Jhon saat berkuliah di Surabaya.

“Jadi kakaknya ini teman Saya kuliah dulu di Surabaya, adiknya ini gitaris dan baru pindah ke Sorong untuk bekerja. Tadi sudah kordinasi dengan tim Posko Antemortem, bahwa harus keluarga inti yang datang. Jadi besok pagi Kakaknya dan anaknya akan datang ke Sorong untuk melakukan tes identifikasi,” ujar Jhon yang datang dengan wajah cemas.

Ia pun mewakili pihak keluarga meminta kepada Kepolisian untuk secepatnya mengungkap dan mengamankan pelaku pembakaran Double O yang menewaskan 17 orang di klub malam tersebut.

“Ini sangat tidak manusiawi, yang salah siapa yang tanggung akbat siapa. Saya mewakili keluarga meminta kepolisian untuk segera bertindak cepat mengungkap dan mengamankan pelaku,” tegas Jhon.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol, Adam Erwindi dalam keterangannya mengaku belum memastikan mengenai identitas nama-nama korban yang beredar tersebut. Namun Ia memastikan bahwa dari 17 jenazah yang hangus terbakar, 14 orang merupakan pekerja di Double O sedangkan 3 orang lainnya diduga tamu atau pengunjung.

“Kondisi korban terbakar hangus jadi sulit untuk mengenal para jenazah, dari 17 jenazah, 3 orang kemungkinan tamu dan lainnya karaywan Double O dan masih nama panggung. Untuk identitas kami masih mencocokkan dengan KTP. Namun bagi keluarga korban yang merasa kerabat atau keluarganya bekerja di Double O atau keluarganya berkunjung ke Double O bisa mendatangi Posko yang dibuka yaitu di Polres Sorong Kota dan Posko Antemortem di RSUD Sele Be Solu,” ujar Adam.

Berikut nama-nama 17 orang yang diduga kuat menjadi korban amukan massa hingga membakar klub malam DOuble O.

1. Mimi, perempuan pekerjaan Dancer
2. Afifa, perempan, asal Bandung, pekerjaan Dancer
3. Rista, perempuan, asal Kalimantan, pekerjaan Dancer
4. Ami , perempuan, asal Medan, pekerjaan Vokalis
5. Meilan, perempuan, asal Kalimantan, pekerjaan Vokalis
6. Kris, laki laki, asal Surabaya, pekerjaan Vokalis
7. Dezra, laki laki, asal Surabaya, pekerjaan Gitaris
8. Yanra, laki laki, asal Surabaya, pekerjaan Bassis
9. Soni, laki laki, asal Surabaya, pekerjaan Drummer
10. Kleo Indah, perempuan, asal Padang, pekerjaan DJ
11. Klara, perempuan, asal Bandung, pekerjaan LC
12. Fikram, laki laki, asal Sorong, pekerjaan Bartender
13. Ica, perempuan, asal Sorong, Waitress
14. Nanin, perempuan, asal Bandung, pekerjaan Dancer
15. Edith Tri Putra, laki laki, asal belum diketahui
16. Ferman Syahputra, Laki-laki, asal Palembang
17. Ridwan Dodoh, Laki-Laki, asal belum diketahui

(Oke)

____

Komentar