oleh

Kabupaten Maybrat Diberikan Kuota 1.260 Penerimaan CPNS dan PPPK

 

MAYBRAT,- Kabupaten Maybrat, Papua Barat mendapatkan kuota kurang lebih 1.260 pada penerimaan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang akan diadakan tahun ini. Kuota ini merupakan formasi 2019 dan formasi tahun 2020.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim menuturkan bahwa kuota formasi CPNS dan PPPK tahun ini sudah ada ditangan dari tiga minggu lalu. Cuma yang jadi masalah, wilayah Kabupaten Tambrauw sama Kabupaten Kaimana belum pemberkasan formasi 2018, sehingga pusat masih tunda penerimaan.

“Jadi formasinya sudah ditangan saya sejak tiga minggu lalu. Cuma, kita masih terbentur dengan Tambrauw dan Kaimana karena dari pusat tidak mau satu persatu harus serentak buka penerimaan. Tetapi kita akan berusaha meyakinkan pusat (Menpan- RB) untuk daerah yang sudah pemberkasan di dahulukan”, ujar Sagrim, Rabu (9/6/21).

Bupati juga jelaskan bahwa CPNS dan PPPK tidak ada perbedaan, semuanya sama-sama Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai NIP, pangkat, golongan juga berpakaian seragam pegawai. Cuma yang membedakan di waktu masa pensiun karena diangkat sudah diatas usia 35 tahun. Tentu dimasa pensiunan juga akan lebih duluan.

Menurut dia, pemerintah buat nomenklatur ini karena pemerintah sudah mengkaji serta mempelajari dan menyimak bahwa yang jadi korban setiap dibuka penerimaan CPNS rata -rata guru, mantri sama suster. Mereka telah mengabdi jadi honorer puluhan tahun, tetapi begitu penerimaan CPNS terkendala dengan usia sudah lewat.

“Maka untuk mengatasi ini pihak pemerintah munculkan nomenklatur PPPK, tujuannya itu agar mereka yang sudah honor lama namun usia sudah di atas 35 tahun bisa diakomodir kembali. Dengan itu, saya minta pencaker di Maybrat mengambil kesempatan ini. Jangan ditolak, tapi harus diikuti karena PPPK sama juga ASN”, cetusnya.

Dikesempatan ini, Sagrim juga menegaskan bahwa untuk tahun-tahun kedepan tidak ada lagi formasi penerimaan CPNS di Indonesia. Untuk itu semua pencaker terlebih khusus di Kabupaten Maybrat jaga situasi yang aman dan damai. Jangan bikin gerakan tambahan yang berakibat fatal merugikan pribadi serta pencaker sendiri.

“Tahun ini adalah yang terakhir penerimaan CPNS, maka saya minta semua jaga situasi secara baik. Bila sekali saya di palang, saya tak segan-segan kembalikan kuota formasi ini ke Menpan-RB sehingga semuanya batal dari pada bikin kepala sakit. Jadi, lebih baik duduk tenang supaya Tuhan bisa lihat kamu punya isi hati”, tegasnya. [Valdo]

Komentar