RAJA AMPAT, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, Pengendalian Penduduk dan KB) menyerahkan bantuan hibah alat kesehatan senilai Rp7.360.318.367 kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raja Ampat, Senin (12/1/26).
Bantuan hibah alat kesehatan ini diserahkan langsung Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Papua Barat Daya, Jan Pieter Kambu.
Gubernur PBD Elisa Kambu menyampaikan bahwa Pemprov PBD terus memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Raja Ampat, termasuk di sektor kesehatan.
Menurutnya, penguatan layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus terus ditingkatkan.
Selain sektor kesehatan, Gubernur mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2025, Pemprov Papua Barat Daya telah mengalokasikan sejumlah program pembangunan di Raja Ampat. Program tersebut meliputi bantuan bagi Orang Asli Papua (OAP), dukungan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembangunan infrastruktur seperti jembatan, serta penguatan layanan kesehatan melalui puskesmas.
“Kalau kita rekap, untuk Raja Ampat ini cukup lumayan bantuannya. Walaupun memang belum menjawab semua kebutuhan masyarakat, tetapi ada atensi dari pemerintah provinsi sesuai dengan kemampuan fiskal daerah,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.
Dirinya menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Gubernur meminta agar rumah sakit dan seluruh fasilitas kesehatan lebih mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dibandingkan urusan administrasi.
“Kita harapkan pelayanan kesehatan harus didahulukan, administrasi bisa menyusul. Jangan sampai masyarakat yang kondisinya sudah parah harus bolak-balik hanya karena urusan administrasi,” tegasnya.
Menurut Gubernur, sebagian besar masyarakat telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional seperti BPJS Kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan seharusnya tidak terhambat oleh prosedur administratif.
Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Papua Barat Daya, Jan Pieter Kambu menjelaskan bahwa bantuan alat kesehatan tersebut bersumber dari Transfer ke Daerah (TPA) Nasional Tahun Anggaran 2025. Secara keseluruhan, terdapat 13 item alat kesehatan yang diberikan kepada RSUD Raja Ampat sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
“Beberapa alat yang diberikan antara lain alat bedah tulang, dental headspin untuk pelayanan gigi, serta tempat tidur elektrik untuk pasien yang sudah ditempatkan di IGD,” jelas Plt Kadis Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB PBD Jan Pieter Kambu.
Selain itu, bantuan turut mencakup alat pemeriksaan mata, alat ultrasonografi (USG) merek Philips untuk pelayanan gigi, serta alat dental portable video laringoskop yang digunakan dalam tindakan anestesi dengan bantuan kamera.
“Alat anestesi ini sangat membantu tenaga medis, terutama saat proses pembiusan pasien sebelum operasi. Ini juga merupakan alat baru pertama yang dimiliki RSUD Raja Ampat,” tuturnya.
Tidak hanya itu, bantuan lainnya meliputi alat transfusi pasien, set infus standar, alat CPAP untuk bayi baru lahir, stetoskop neonatus dan pediatrik, ultrasound scaler gigi, serta handpiece dental. Khusus untuk peralatan gigi, terdapat empat unit alat yang diberikan karena peralatan sebelumnya sering mengalami kerusakan.
“Kami sudah memenuhi permintaan pihak rumah sakit sesuai kebutuhan mereka. Harapannya, dengan adanya alat-alat ini, kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Raja Ampat semakin meningkat,” tandasnya. (Jharu)








Komentar