SORONG, PBD – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76, Hari Lahir Pancasila, dan Idul adha 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Papua Barat Daya menggelar kegiatan bertajuk “Ngobrol Cantik” (Ngaji, Ngobrol Perempuan) : Cerdas, Amanah, Terampil dan Kreatif di aula kantor PCNU Kabupaten Sorong, Minggu (31/5/26).
Kegiatan yang menghadirkan para perempuan dari berbagai kalangan tersebut menjadi wadah diskusi untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ketua PW Fatayat NU Papua Barat Daya, Siti Syamsiah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang bagi perempuan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya perempuan pada usia produktif.
“Perempuan yang berada pada usia produktif, baik yang sudah menikah maupun belum, tentu memiliki berbagai tantangan dan problematika kehidupan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan wadah agar mereka dapat mengomunikasikan apa yang dirasakan dan tidak memendam persoalan yang pada akhirnya menjadi beban pikiran,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi perempuan tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga, tetapi juga dari lingkungan sosial maupun pekerjaan. Karena itu, melalui konsep ngobrol santai yang dipadukan dengan pengajian, peserta diharapkan mendapatkan penguatan mental dan spiritual.
“Kita mengaji untuk menata hati agar tetap berada dalam tuntunan Allah SWT, menjaga nilai-nilai sebagai seorang muslimah, sekaligus membangun ruang yang lebih fleksibel sehingga perempuan tidak merasa malu untuk menyampaikan apa yang ada di hati mereka,” katanya.
Siti menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Fatayat NU dalam memperkuat struktur organisasi di Papua Barat Daya. Saat ini pihaknya tengah berfokus melakukan penataan dan penguatan kepengurusan di sejumlah kabupaten dan kota yang masa kepengurusannya telah berakhir.
“Kami menargetkan dalam beberapa bulan ke depan seluruh struktur Fatayat NU di Papua Barat Daya dapat kembali aktif dan berjalan optimal sehingga program-program pemberdayaan perempuan bisa dilaksanakan secara lebih luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Papua Barat Daya, Jein Febry Andjar, memberikan apresiasi kepada para peserta yang tetap meluangkan waktu mengikuti kegiatan di tengah berbagai kesibukan domestik dan pekerjaan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus digaungkan karena mampu memperkuat kapasitas perempuan sekaligus mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan.
“Ditengah berbagai kesibukan, terkadang kita lupa bahwa ada Hari Lahir Pancasila yang harus terus kita maknai. Pancasila adalah pandangan hidup kita sebagai bangsa Indonesia, sedangkan Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman hidup kita sebagai umat Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai toleransi, tenggang rasa, dan kehidupan bermasyarakat yang diajarkan Pancasila harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ngobrol Cantik memberikan banyak inspirasi bagi perempuan. Permasalahan perempuan saat ini sangat kompleks, sehingga ruang-ruang diskusi seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua Pusat Studi Gender, Perempuan dan Anak IAIN Sorong, Rusdiana, serta dosen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda), Yeni, yang mengupas berbagai isu perempuan, termasuk fenomena media sosial dan dampaknya terhadap kehidupan perempuan di era digital.
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU Papua Barat Daya berharap semakin banyak perempuan yang menjadi pribadi tangguh, berdaya, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan bermartabat. (Oke)








Komentar