SORONG, PBD – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Daya menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Safari Ramadan 1447 H / 2026 M yang berlangsung di Sekretariat MUI Papua Barat Daya.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk meninjau seluruh rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang telah dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.
Dalam laporan Ketua Panitia disampaikan bahwa secara umum kegiatan Safari Ramadan tahun ini berjalan dengan baik, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Alhamdulillah kegiatan dapat berjalan dengan baik, walaupun terdapat berbagai kendala. Masih ada beberapa masjid atau titik yang belum sempat kami kunjungi, namun hal ini menjadi catatan penting untuk kami akomodir pada pelaksanaan tahun mendatang,” ujar Ketua Panitia.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras, serta memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini mengalami peningkatan, terutama karena dimulai lebih awal, yakni sejak hari kedua Ramadan.
“Kita patut bersyukur karena Safari Ramadan tahun ini dimulai lebih awal, diawali dengan launching yang dirangkaikan dengan syukuran satu tahun kepemimpinan Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, sehingga berlangsung meriah dan mendapat sambutan luas dari umat Islam,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pada tahun ini Safari Ramadan berhasil menjangkau 19 titik yang tersebar di kabupaten dan kota di Papua Barat Daya. Jumlah tersebut dinilai sudah maksimal, meskipun masih banyak masjid yang belum terakomodir.
Permintaan dari masjid maupun kelompok kerukunan yang belum mendapat giliran akan menjadi perhatian khusus dan akan dimasukkan dalam perencanaan Safari Ramadan tahun berikutnya.
Selain itu, Ketua MUI juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas teknis pelaksanaan kegiatan ke depan, termasuk penyiapan konsep acara yang lebih matang serta penugasan petugas yang profesional, khususnya pada kegiatan di pondok pesantren.
“Ke depan, setiap pelaksanaan kegiatan harus dipersiapkan lebih baik secara teknis. Petugas yang dilibatkan juga harus memahami protokoler kegiatan resmi agar pelaksanaan berjalan sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Secara umum, MUI Papua Barat Daya menilai pelaksanaan Safari Ramadan 1447 H berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat.
Diakhir rapat, Ketua MUI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh panitia apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan, serta berharap kegiatan serupa di tahun mendatang dapat terlaksana lebih optimal. (**/oke)

_____
_____
_____









Komentar