MANOKWARI, PAPUA BARAT – Kepolisian Daerah Papua Barat resmi menggelar Operasi Keselamatan Mansinam 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang Bulan Suci Ramadhan serta persiapan Operasi Ketupat 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Arief Bahtiar, mengatakan operasi ini merupakan langkah cipta kondisi untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan.
“Operasi Keselamatan Mansinam ini kami laksanakan sebagai persiapan menghadapi Ramadhan dan Operasi Ketupat 2026. Harapannya, situasi lalu lintas dapat lebih aman, nyaman, dan selamat, sekaligus menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan,” ujar Arief Bahtiar saat diwawancarai di Manokwari.
Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, edukatif, persuasif, dan humanis, dengan penegakan hukum sebagai langkah terakhir.
Sebanyak 40 persen kegiatan difokuskan pada upaya preemtif, melalui sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini serta membangun budaya keselamatan di jalan raya.
Sementara 40 persen lainnya diarahkan pada kegiatan preventif, berupa patroli rutin dan penjagaan di titik-titik rawan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas, guna mencegah terjadinya kecelakaan serta meminimalisir potensi gangguan keamanan di jalan.
Adapun penegakan hukum dilakukan secara selektif melalui tilang tertulis terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam Operasi Keselamatan Mansinam ini, sejumlah pelanggaran menjadi sasaran utama, di antaranya pengendara tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), penggunaan knalpot brong, berboncengan lebih dari satu orang, penyalahgunaan rotator dan sirine, balapan liar, serta kendaraan over dimensi dan over loading.
Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada kawasan wisata, terutama terkait penataan parkir agar tidak menghambat arus lalu lintas saat aktivitas masyarakat meningkat.
“Titik rawan kecelakaan tidak bisa ditentukan secara spesifik karena pada prinsipnya semua ruas jalan berpotensi rawan. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas,” tegasnya.
Dirlantas Polda Papua Barat juga mengajak insan pers untuk berperan aktif menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan Kamseltibcarlantas di wilayah Papua Barat.
Operasi Keselamatan Mansinam 2026 melibatkan 150 personel gabungan, terdiri dari 33 personel Ditlantas Polda Papua Barat, personel Polda Papua Barat non-sprin, serta dukungan dari Pomdam, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
Dengan sinergi antara kepolisian, media, dan masyarakat, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Papua Barat dapat terus ditekan, sekaligus membangun budaya berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan. (**/Rolly)













Komentar