SORONG, PBD – Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu menegaskan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera menyelesaikan kewajiban administrasi tahun anggaran 2025, khususnya penyusunan RAP Otonomi Khusus (Otsus) dan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur PBD Elisa Kambu saat memimpin apel terakhir penghujung tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Gubernur PBD, Kota Sorong, Senin (22/12/2025).
Dalam arahannya, Gubernur menyatakan bahwa meskipun fokus utama masih pada penyelesaian kewajiban tahun 2025, seluruh OPD harus segera bersiap menghadapi tahun anggaran 2026.
“Kita di samping konsentrasi menyelesaikan kewajiban 2025, tetapi 2026 juga sudah menunggu kita. Mau penyerahan DPA, namun masih banyak pimpinan OPD yang belum fokus dan mengabaikan tugasnya,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.
Ia mengungkapkan, hingga saat apel berlangsung, baru sekitar lima hingga enam OPD yang telah menyelesaikan RAP Otsus.
“Yang sudah selesai, saya beri tepuk tangan. Namun yang lain, hari ini harus selesai. Kalau tidak, saya akan ambil langkah tegas,” ucapnya.
Gubernur bahkan menyampaikan akan melakukan pemantauan langsung hingga malam hari untuk memastikan seluruh dokumen rampung.
“Saya tunggu hari ini selesai. Sampai jam berapa pun, sampai jam 12 malam. Jam 10 malam saya pantau. Kita sudah penetapan APBD, kalau DPA terlambat itu konyol namanya,”tuturnya.
Dirinya mengingatkan bahwa rapat koordinasi telah dilakukan berulang kali, namun masih ada OPD yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
“Saya tahu banyak yang pintar dan hebat, tapi ingat, saya gubernur sekarang. Jadi saya minta bekerja dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Gubernur Elisa Kambu mengajak seluruh ASN untuk menjaga ketertiban dan nama baik Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Saya minta kita semua jaga diri, tertib, disiplin, jangan buat hal-hal aneh yang merugikan diri sendiri dan keluarga. Libur boleh, tapi jaga nama baik Korps ASN dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama Wakil Gubernur Ahmad turut menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani serta harapan agar tahun 2026 membawa kedamaian, kekuatan, dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya.
“Atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur beserta keluarga, kami mengucapkan Selamat Natal. Kiranya Natal membawa kedamaian dan sukacita, serta kita semua menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026 dengan penuh harapan dan berkat Tuhan,” tandasnya. (Jharu)














Komentar