SORONG, PBD – Selama Ramadan 1447 H serta menjelang hari raya Idul Fitri, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Ahmad Nausrau melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di gudang Perum Bulog serta toko ritel Saga Retail, Kamis (5/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Wakil Wali Kota Sorong, Kepala Bulog, serta pimpinan toko ritel Saga. Rombongan terlebih dahulu melakukan pengecekan di gudang Bulog untuk memastikan stok beras dan kebutuhan pokok menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
Dari hasil pemantauan, diketahui stok beras di gudang Bulog masih dalam kondisi aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan. Selain beras, stok minyak goreng merek Minyak Kita juga tersedia dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wakil Gubernur Ahmad Nausrau mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.
“Stok bahan pangan masih aman untuk beberapa bulan ke depan. Kami mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan,” ujarnya.
Kepala Bulog, Riyadi Muslim, menjelaskan bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 600 ton, sementara 1.600 ton lainnya masih dalam perjalanan untuk menambah cadangan.
“Untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, stok beras dipastikan cukup hingga dua bulan ke depan. Setiap minggu juga ada pasokan tambahan dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” jelasnya.
Selain itu, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng. Saat ini tersedia sekitar 71.000 liter minyak goreng, sementara pengiriman per bulan mencapai sekitar 91.000 liter.
Sementara itu, Owner Saga Retail, Ferdian, mengatakan stok bahan pangan di toko ritel Saga juga cukup bahkan melebihi kebutuhan normal masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Ia menyebutkan ketersediaan telur masih mencapai ratusan ikat siap edar. Telur dijual dengan harga sekitar Rp68.000 hingga Rp74.000 per ikat, dengan ukuran telur berkisar 60–70 gram per butir.
Stok telur sendiri mencapai 600 hingga 700 ikat per bulan, dan dalam minggu ini akan ada tambahan satu kontainer. Untuk komoditas ayam, terjadi sedikit kenaikan harga dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya berkisar Rp36.000–Rp37.000 per ekor, kini berada di kisaran Rp43.000 hingga Rp47.000 per ekor. Meski demikian, stok ayam masih melimpah dengan pasokan sekitar 30 ton per minggu.
Sementara itu, harga daging sapi impor yang berasal dari Amerika Serikat dan Australia berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp170.000 per kilogram. Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah terpantau sekitar Rp84.000 per kilogram, bawang bombay Rp65.000 per kilogram, dan bawang putih Rp56.000 per kilogram.
Di sisi lain, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Iwan Manurung, menegaskan bahwa Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga di pasar.
“Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri,” tegasnya. (oke)







Komentar