SORONG, PBD – Gereja Katolik Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu Sorong, menggelar visualisasi Jalan Salib Hidup di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (3/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) sebagai pemeran utama dalam menggambarkan kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus di 14 titik pemberhentian.
Pastor Rekan, Gereja Katolik Paroki Santo Arnoldus Janssen Malanu Sorong, Pastor Krispin Pandalewa, SVD dalam keterangannya usai rangkaian kegiatan mengatakan bahwa visualisasi Jalan Salib Hidup ini bukan sekadar drama biasa, melainkan bentuk penghayatan iman yang mendalam sesuai ajaran Gereja Katolik.
“Seluruh adegan yang ditampilkan mengacu pada kisah dalam Kitab Suci, yang menggambarkan penderitaan, pengorbanan, hingga wafat Yesus Kristus demi menebus dosa umat manusia,” ujar Krispin.
Pastor Krispin Pandalewa, SVD, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna rohani yang sangat mendalam bagi umat.
“Jalan salib hidup ini bukan sekadar drama, tetapi merupakan bentuk penghayatan iman. Apa yang diperankan oleh Orang Muda Katolik adalah gambaran nyata dari sengsara dan wafat Yesus sesuai Kitab Suci. Ini membantu umat untuk lebih merasakan betapa besar pengorbanan Yesus bagi manusia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui visualisasi ini, umat diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar merenungkan makna pengorbanan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, umat yang menyaksikan tidak hanya terharu, tetapi juga tergerak untuk mengikuti teladan Yesus, yaitu mau berkorban, melayani sesama, dan tidak hanya ingin dilayani,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan iman bagi Orang Muda Katolik. Mereka tidak hanya berperan sebagai pemeran, tetapi juga mengalami proses refleksi iman melalui setiap adegan yang diperankan.
Meskipun dilaksanakan setiap tahun, Jalan Salib Hidup bukanlah sekadar kegiatan rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana nyata untuk memperdalam iman dan mendorong umat agar lebih peduli terhadap sesama.
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan media sosial yang semakin pesat, Gereja Katolik berupaya mempertahankan kegiatan ini sebagai bentuk panggilan untuk keluar dari kenyamanan diri.
“Di zaman sekarang, orang mudah tenggelam dalam dunia sendiri, terutama lewat media sosial. Jalan salib hidup ini mengajak umat untuk keluar dari dirinya, melihat penderitaan Kristus, dan hatinya tergerak untuk berbagi kasih kepada sesama,” tutup Pastor Krispin. (Oke)

____
_____
_____
_____
_____
____







Komentar