Terkait Pemalangan Pulau Wayag di Raja Ampat, Sejumlah Pihak Diadukan ke Polisi

RAJA AMPAT, PBD – Warga masyarakat yang mengatasnamakan anak adat Suku Kawei, Kampung Salio membuat laporan pengaduan sejumlah pihak ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat, Polda Papua Barat Daya, terkait pemalangan Pulau Wayag di distrik Waigeo Barat Daratan, Raja Ampat, Selasa (13/1/2026).

Mereka merasa tindakan pemalangan tersebut telah merugikan masyarakat adat Kawei dan merusak citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata.

Salah seorang masyarakat adat Suku Kawei, Enos Sakaipele saat dikonfirmasi awak media, mengatakan bahwa tindakan pemalangan yang dilakukan oleh sejumlah pihak di Pulau Wayag itu sangat merugikan semua masyarakat adat Suku Kawei.

“Tindakan yang dilakukan oleh beberapa pihak ini merugikan kami semua masyarakat adat Suku Kawei,”ujarnya

Sebab itu, pihaknya meminta Kapolres Raja Ampat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memanggil ketua adat Suku Kawei, Kampung Selpele Korinus Ayelo selaku penanggungjawab atas pemalangan di Pulau Wayag.

Enos menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ketua adat dengan mengatasnamakan marga dan Suku Kawei dalam pemalangan Pulau Wayag adalah salah.

“Jadi, kami nilai bahwa yang dilakukan hari ini oleh Ketua adat Suku Kawei dengan mengatasnamakan marga, tetapi juga Suku Kawei benar benar salah,”ungkapnya

Untuk itu, ia meminta secara tegas pihak kepolisian segera menanggapi serius pengaduan mereka dan ditindaklanjuti, sehingga masalah ini dapat diselesaikan antara kedua belah pihak.

“Pihak Polres Raja Ampat harus menanggapi serius masalah ini dan segera menindaklanjuti,”tegas Enos

Mereka juga mendesak pemerintah daerah dan Polres Raja Ampat segera menghadirkan semua masyarakat adat Suku Kawei untuk menyelesaikan masalah pemalangan tersebut.

“Kami harap pemerintah daerah dan juga Polres Raja Ampat menghadirkan semua pihak untuk duduk bersama agar masalah ini selesai secara adil, ”pungkasnya.

Pemerintah daerah Raja Ampat diharapkan turun tangan menyelesaikan persoalan pemalangan di Pulau Wayag, sehingga aktivitas wisata dapat normal kembali. (Dav)

Komentar