oleh

Sukacita Umat Meriahkan Jubelium ke-75 Paroki Kristus Raja Sorong

SORONG,- Meski sempat diguyur hujan deras namun tak mengurangi sukacita dan kemeriahan pesta Jubelium ke-75 Tahun Paroki Kristus Raja, Pasalnya Ratusan Umat Katolik dengan penuh kegembiraan ikuti jalan santai yang dilaksanakan, di Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (19/11/22).

Kegiatan dibuka oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega yang didampingi oleh Pastor Paroki Kristus Raja Sorong, RD. Immanuel Tenau dan diikuti 25 Lingkungan yang ada didalam Paroki Kristus Raja.

Ketua Panitia Hut Paroki Kristus Raja Sorong, Herman Hebong, menjelaskan bahwa terlaksananya kegiatan untuk memupuk rasa kebersamaan antar umat mengingat lingkungan Paroki Kristus Raja ini sangat besar dan banyak mulai dari RRI sampai di Tanjung.

“Perayaan jubelium pada tanggal 20 November namun kami sudah mulai adakan kegiatan dari bulan Oktober dengan kegiatan misah etnis yang diikuti 10 suku yang ada di Paroki Kristus Raja dan itu berlangsung setiap minggu,” ujar Ketua Panitia.

Katanya, rangkaian kegiatan lomba diawali dalam bentuk pelayanan lewat liturgi dan pertandingan hiburan lainnya berupa jalan santai, senam zumba gawang mini, yospan, baca alkitab, tangkap belut, make up dan karaoke pasutri serta door prize.

“Kami berharap lewat penyelenggaraan jubelium ke-75 tahun Paroki kiranya dapat memupuk kebersamaan antar umat serta terus mengembangkan kerjasama dalam bidang pembinaan rohani maupun jasmani dan berikut untuk peningkatan iman setiap umat,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang umat, Yoppy Narahawarin, menuturkan bahwa sebagai umat tentunya mereka merasa bangga dan terharu walaupun saat kegiatan jalan santai berlangsung diguyur hujan namun umat tetap datang dengan sukacita sekaligus mendukung kegiatan dalam memeriahkan hut paroki.

Untuk itu, Ia harap kepada seluruh umat Katolik tidak hanya di Paroki Kristus Raja namun yang berada di Kota Sorong untuk tetap menjaga solidaritas dalam menjalankan ibadah, tetap saling menghargai antar umat lain terutama agama-agama lain dan tetap terus ikut berandil dalam pembangunan kota ini. (Mewa)

Komentar