Sekolah Masuk, Program MBG Kembali Berjalan Normal, Satu SPPG di Raja Ampat Masih Nonaktif Sementara

SORONG, PBD – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau memastikan penyaluran program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan normal seiring dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar setelah libur sekolah.

Hal ini disampaikan Ketua Satgas MBG PBD Ahmad Nausrau saat ditemui awak media di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (5/1/26).

Ahmad Nausrau menjelaskan, selama masa libur sekolah program MBG tetap berjalan, namun difokuskan pada sasaran prioritas 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita stunting, dengan jumlah penerima yang terbatas.

“Selama libur sekolah program tetap berjalan, tetapi difokuskan untuk 3B. Hari ini, seiring dimulainya kembali pembelajaran di sekolah, program MBG kembali beroperasi normal seperti biasa,” ujar Ketua Satgas MBG PBD Ahmad Nausrau.

Terkait kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Raja Ampat, Wakil Gubernur Papua Barat Daya itu mengungkapkan bahwa satu SPPG sementara dinonaktifkan menyusul kasus keracunan yang terjadi belum lama ini.

Hingga saat ini, dibeberkannya bahwa, proses verifikasi dan evaluasi masih dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Satgas MBG disampaikannya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait penyebab kejadian tersebut.

“Kami dari Satgas masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN, termasuk hasil pemeriksaan dari BPOM. Setelah itu, kami akan berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah SPPG tersebut dapat diaktifkan kembali atau ada kebijakan lain,” jelasnya.

Untuk menjamin kelangsungan program MBG di Raja Ampat, penyaluran makanan sementara dialihkan ke SPPG lain yang masih aktif. Dari total tiga SPPG yang ada di wilayah tersebut, dua di antaranya masih beroperasi, sementara satu lainnya berstatus nonaktif.

Selain itu, Ahmad Nausrau turut menyebut bahwa pembangunan SPPG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Provinsi Papua Barat Daya saat ini masih terus berjalan.

Ia berharap seluruh SPPG di wilayah 3T dapat segera rampung dan beroperasi penuh dalam tahun ini, sehingga jangkauan program MBG semakin luas.

“Mudah-mudahan tahun ini SPPG di wilayah 3T bisa segera berjalan penuh, sehingga semakin banyak anak-anak kita yang mendapatkan asupan gizi dari program Badan Gizi Nasional,” pungkasnya. (Jharu)

Komentar