MANOKWARI, PAPUA BARAT – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mansinam 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua Barat, sebagai langkah awal menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Polda Papua Barat, Brigjen Pol. Sulastiana, dan diikuti oleh personel gabungan dari Polda Papua Barat dan Polres jajaran.
Dalam sambutannya, Wakapolda menyampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk kesiapan Polri, baik dari sisi personel, sarana, maupun prasarana, guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2026.
“Apel gelar pasukan ini menjadi representasi kesiapan kita, baik personel maupun sarana pendukung, untuk melaksanakan Operasi Keselamatan Mansinam 2026 secara optimal,” ujar Brigjen Pol. Sulastiana.
Ia menjelaskan, Operasi Keselamatan Mansinam merupakan operasi strategis dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Wakapolda juga memaparkan hasil evaluasi Operasi Keselamatan Mansinam Tahun 2025 yang menunjukkan capaian positif, di antaranya penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen, dari empat kejadian menjadi dua kejadian. Angka fatalitas korban meninggal dunia berhasil ditekan hingga 100 persen, dari lima jiwa menjadi nihil, sementara korban luka berat menurun sebesar 83 persen.
Meski demikian, ia menekankan masih adanya peningkatan kerugian material yang menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan. Selain itu, data Operasi Lilin Mansinam 2025 menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, dengan lonjakan angka kecelakaan hingga 144 persen, dari sembilan menjadi 22 kejadian, disertai peningkatan korban meninggal dunia dan luka berat.
“Data tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa potensi gangguan lalu lintas masih cukup tinggi dan membutuhkan upaya serius serta berkelanjutan,” tegasnya.
Operasi Keselamatan Mansinam 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 150 personel gabungan dari Polda Papua Barat dan Polres jajaran.
Adapun sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, seperti penggunaan knalpot tidak sesuai standar, kendaraan tidak laik jalan, truk dengan modifikasi ilegal, kendaraan umum yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, penyalahgunaan sirene dan rotator, penggunaan TNKB tidak sesuai ketentuan, serta kendaraan pribadi yang dialihfungsikan sebagai angkutan umum ilegal.
Penertiban juga menyasar perilaku pengendara yang membahayakan keselamatan, seperti tidak menggunakan helm standar, berboncengan lebih dari satu orang, serta parkir sembarangan di bahu jalan, khususnya di kawasan wisata.
Dalam pelaksanaan operasi, Wakapolda menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, edukatif, persuasif, dan humanis, dengan penegakan hukum sebagai langkah terakhir atau ultimum remedium, baik secara elektronik maupun manual.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, hindari tindakan kontraproduktif dan transaksional, serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Apel gelar pasukan ini turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Papua Barat, unsur Pomdam XVIII/Kasuari, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, Kepala Satpol PP Provinsi Papua Barat, serta Kepala Cabang PT Jasa Raharja Papua Barat, sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2026. (*/rolly)







Komentar