oleh

Pentingnya Pendidikan Keterampilan Hidup Untuk Mencegah Perundungan Bagi Remaja

SORONG, – Pemerintah Kota Sorong, Pemerintah Kabupaten Sorong bersama UNICEF Indonesia didukung oleh Universitas Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong telah melaksanakan program Pendidikan Keterampilan Hidup (PKH) melalui inisiatif “Supporting Girls to Thrive in Indonesia” yang diluncurkan pada November 2019 dengan dukungan dari David Beckham 7 Fund.

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan dalam kegiatan serah terima buku dan pelatihan Pendidikan keterampilan hidup serta pencegahan perundungan ‘Roots” pada remaja, di salah satu hotel Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (12/10/21) mengatakan bahwa di dunia Pendidikan, kurangnya partisipasi yang bermakna bagi remaja serta praktik perundungan (bullying) merupakan masalah sosial seperti fenomena gunung es.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan data dari Programme for International Student Assessment (PISA) Pada tahun 2018, sebanyak 41% pelajar berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan. Sedangkan data dari UNICEF sekitar 45% anak muda usia 14-24 tahun pernah mengalami perundungan secara daring dan anak laki-laki lebih banyak dibandingkan anak perempuan.

Dengan adanya program pelatihan PKH serta pencegahan perundungan kepada tenaga pendidik terbukti meningkatkan partisipasi siswa untuk berteman secara positif dan mengurangi kasus bullying di sekolah sebanyak 29% dalam satu semester intervensi. Oleh karena itu praktik PKH dan pencegahan bullying dapat dimulai dari kabupaten dan kota yang ada di Wilayah Papua Barat.

“Upaya ini akan mendorong pengembangan pola pikir kritis yang tumbuh dari proses refleksi, identifikasi, mengevaluasi informasi yang ada dan penalaran sesuai dengan profil pelajar pancasila yang menjadi prioritas Kemendikbudristek,” ujar Aminudin.

Bupati Sorong, Jhony Kamuru menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan di wilayahnya. Ia berpendapat bahwa sesuai visi misinya mencerdaskan masyarakat adalah investasi. Bukan Hanya sekedar mencerdaskan dalam keahlian akademik tapi juga dalam perilaku yang sesuai dengan norma kemanusiaan. Sehingga Pemda pun melalui RPJMD memasukan Pendidikan karakter menjadi prioritas penting pembangunan.

“Kita semua perlu meningkatkan dan memperkuat keterampilan hidup remaja dan meningkatkan daya saing mereka ke depan dengan hal-hal yang positif. Penguatan kapasitas tenaga pendidik juga sangat pentik dalam membangun karakter generasi muda saat ini. Karena sekolah menjadi garda terdepan dalam Pendidikan karakter remaja, tentunya dengan dukungan penuh orang tua, Keluarga dan Lingkungan pergaulan,” ujar Bupati.

Ia pun berharap dengan kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan juga menurunkan kasus kekerasan dan perundungan pada Remaja.

Acara pembukaan dan serah terima buku, dilanjutkan dengan pelatihan kepada 30 sekolah sasaran yang akan melanjutkan dan melaksanakan program PKH dan pencegahan perundungan ‘ROOTS’ di sekolah masing-masing. Diharapkan kedepannya, pedoman replikasi PKH dapat dikembangkan dan digunakan serta diadopsi daerah lain atau dapat ditingkatkan ke level SMA/SMK.

Pelaksanaan penyerahan buku dan pelatihan kepada tenaga pendidik, dilakukan dengan protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker, membatasi peserta pelatihan, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan. (Oke)

Komentar

News Feed