TAMBRAUW, PBD – Aksi penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Kali ini, empat tenaga kesehatan (nakes) menjadi korban saat dalam perjalanan pulang usai bertugas dari Rumah Sakit Pratama Fef, Senin (16/3/2026).
Insiden tragis tersebut terjadi di Kampung Jokbu (Banfot), Distrik Bamusbama. Keempat nakes yang melintas di lokasi itu tiba-tiba dihadang oleh sekelompok OTK dalam situasi yang berlangsung cepat dan mencekam.
Dua korban, Yeremia Lobo dan Edwin, tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua lainnya, Hamzah dan Robby, berhasil melarikan diri menuju Pos TNI Bamusbama untuk mencari perlindungan sekaligus melaporkan kejadian tersebut.
Kapolres Tambrauw, AKBP Praja Gandha Wiratama, dalam keterangannya via telepon seluler, Selasa (17/3/2026), mengatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat dalam penanganan kasus tersebut dibawah komando langsung Kapolda Papua Barat Daya.
“Untuk korban selamat saat ini sudah diamankan dan tengah dimintai keterangan. Namun kondisi saksi masih dalam keadaan shock dan trauma, sehingga pemeriksaan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka, mengingat saksi belum dapat mengenali pelaku. Polisi juga telah menunjukkan sejumlah dokumentasi foto guna membantu proses identifikasi.
Sementara itu, korban luka telah dievakuasi ke Sorong untuk keperluan visum dan penanganan medis lebih lanjut.
Terkait motif penyerangan, Kapolres menyebut dugaan sementara mengarah pada aksi teror. Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan motif sebenarnya.
“Untuk motif masih kami dalami, dugaan sementara mengarah ke teror menganggu Kamtibmas,” katanya.
Guna mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan, aparat keamanan juga telah meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut. Bantuan personel Brimob turut dikerahkan untuk mempertebal dan memperkuat penjagaan, termasuk melakukan pengawalan bagi masyarakat yang melintas di jalur rawan.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat melintasi jalur sepi.
“Kami sarankan masyarakat jika melintas di jalur tersebut agar bepergian secara berkelompok dan menghindari perjalanan pada malam hari, karena kondisi medan yang gelap dan berada di kawasan hutan,” imbaunya.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait keamanan di wilayah pedalaman Papua Barat Daya, khususnya bagi tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat di daerah terpencil. (oke)

_____
_____
_____







Komentar