SORONG, PBD – Matahari tepat berada di atas kepala, memancarkan terik yang membakar jalan tanah berkerikil batu di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) ini, panas ekstrem seolah menjadi sahabat sekaligus ujian harian yang harus didekap erat oleh anak-anak sekolah. Dengan peluh yang bercucuran di dahi, mereka berjalan kaki berkilo-kilometer menuju ruang kelas yang gerah, sering kali tanpa perlengkapan sekolah yang layak.
Namun, pada Rabu (13/5) lalu, suasana gerah itu mendadak sejuk oleh riuh tawa dan sorak bahagia. Sebuah janji yang dinanti akhirnya tiba di halaman sekolah mereka.
Janji itu lahir dari sebuah ketulusan. Beberapa waktu sebelumnya, Komisaris Pertamina, Nanik Sudaryati Deyang, melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VII Kasim. Di sela agenda utamanya, ia memilih melangkah lebih jauh, menembus panasnya udara Papua untuk melihat langsung kondisi sekolah-sekolah di sekitar wilayah ring satu kilang.
Disana, Nanik menyaksikan langsung bagaimana anak-anak Seget berteman dengan keterbatasan. Di tengah cuaca yang menyengat, banyak dari mereka yang tetap bersemangat belajar meski tidak memiliki tas yang utuh, sepatu yang layak, atau buku tulis yang memadai. Terenyuh oleh keteguhan hati anak-anak tersebut di tengah kondisi yang serba terbatas, Nanik berjanji bahwa Pertamina tidak akan tinggal diam. Sebuah komitmen sosial dicanangkan: bantuan perlengkapan sekolah baru akan segera dikirimkan.
Tepat pada 13 Mei, Kilang Kasim resmi menunaikan janji tersebut. Paket bantuan perlengkapan sekolah didistribusikan langsung ke tangan adik-adik di Distrik Seget, membasuh dahaga keterbatasan yang selama ini mereka rasakan.
“Bersekolah di daerah 3T dengan cuaca ekstrem seperti ini adalah sebuah perjuangan berat bagi anak-anak kita. Rasa lelah dan panas yang mereka hadapi setiap hari adalah wujud nyata dari derita yang harus mereka lawan demi sebuah cita-cita. Hari ini, amanah dari Ibu Komisaris telah kami salurkan, dan kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban perjuangan mereka,” ungkap Williamson Amamehi, Area Manager Communication, Relations, CSR, & Compliance RU VII Kasim.
Williamson menjelaskan, paket perlengkapan sekolah yang diberikan ini disiapkan secara lengkap untuk menunjang kebutuhan belajar harian siswa, mulai dari seragam sekolah, tas, buku, sepatu, kaos kaki, hingga buku tulis. Kehadiran atribut baru ini diharapkan dapat menjadi pelipur lara sekaligus penambah semangat bagi para siswa untuk tetap melangkah ke sekolah, sekencang apa pun terik matahari menghadang.
“Kami di Kilang Kasim tidak ingin anak-anak ini patah arang karena keadaan. Panas dan peluh boleh saja menguji fisik mereka, tetapi semangat belajar tidak boleh padam. Melalui bantuan ini, Pertamina ingin hadir sebagai peneduh, memberikan keyakinan kepada mereka bahwa masa depan yang cerah sedang menanti di depan sana,” pungkas Williamson penuh harap.
Saat tas dan sepatu baru itu didekap di dada mereka yang berpeluh, senyum lebar pun merekah di wajah anak-anak Seget. Bagi Kilang Kasim, mengalirkan energi kini bukan lagi sekadar memproses minyak mentah demi menggerakkan negeri, tetapi juga tentang menyalakan harapan di tengah terik perjuangan anak-anak di ujung barat Papua Indonesia. (**/oke)














Komentar