Kolaborasi TPPS, Pemkot Sorong Percepat Penurunan Angka Stunting

SORONG, PBD – Pemerintah Kota Sorong menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Gedung Lambertus Jitmau, Selasa (20/1/2026).

Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya menekan angka stunting di Kota Sorong.

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan atau Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Menurutnya, stunting merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh OPD di bawah koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh Wakil Wali Kota Sorong.

“Stunting bukan hanya urusan satu atau dua dinas. Ini tanggung jawab bersama dan harus ditangani secara terintegrasi melalui TPPS agar intervensinya tepat sasaran,” tegas Wali Kota.

Rapat koordinasi yang digelar ini diharapkan dapat melahirkan langkah-langkah strategis dan intervensi konkret dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Sorong.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth, menjelaskan bahwa dalam rapat koordinasi tersebut pihaknya membahas capaian dan target penurunan stunting jangka pendek hingga jangka panjang.

Ia menyebutkan, prevalensi stunting di Kota Sorong mengalami penurunan dari 29,3 persen pada tahun 2024 menjadi 27,6 persen pada tahun 2025, atau turun sekitar 1,6 persen. Pemerintah Kota Sorong menargetkan angka stunting dapat ditekan menjadi 21,2 persen pada tahun 2029, 15,6 persen pada tahun 2034, 10,8 persen pada tahun 2039, hingga mencapai 6,4 persen pada tahun 2045.

“Target ini tentu membutuhkan komitmen bersama. Kolaborasi dengan tim pelaksana delapan aksi konvergensi akan terus diperkuat agar seluruh intervensi berjalan optimal,” ujar Jemima.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan terus melakukan intervensi spesifik melalui berbagai program kesehatan, termasuk pemberian makanan tambahan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya keluarga dengan bayi dan balita serta remaja putri.

Selain itu, dukungan kader Posyandu dan pendamping keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dinilai sangat penting untuk mencegah anemia dan mempersiapkan kesehatan ibu di masa mendatang.

“Dengan komitmen bersama dan keterlibatan seluruh pihak, kami optimistis target penurunan stunting hingga 6,4 persen pada tahun 2045 dapat tercapai,” pungkasnya.

Kegiatan yang digelar selama beberapa hari tersebut turut dihadiri ketua TPPS, Anshar Karim sekaligus Wakil Wali Kota Sorong, Wakil Ketua I DPRK Kota Sorong, Syahrir Nurdin, Anggota BP3OKP, Otto Ihalauw, Kepala BPS Kota Sorong, dan seluruh pimpinan OPD. (oke)

Komentar