Kilang Kasim Jadi Pelopor, Program Zero Bottle Plastic Tekan Limbah Hingga 70%

SORONG, PBD – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VII Kasim terus menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui implementasi program Zero Bottle Plastic di area objek vital nasional Kilang Kasim. Program ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mendorong praktik operasional yang lebih berkelanjutan.

Inisiatif ini sejalan dengan Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut serta Peraturan Menteri LHK No. P.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, sebagai bentuk penguatan tanggung jawab korporasi dalam pengelolaan dampak lingkungan.

Area Manager Communication, Relations, CSR & Compliance RU VII Kasim, Williamson Amamehi, menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar memenuhi aspek kepatuhan regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi budaya perusahaan.

“Melalui program Zero Bottle Plastic, Kilang Kasim tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi, namun juga membangun green culture di lingkungan kerja. Kami mendorong perubahan perilaku melalui penyediaan tumbler ramah lingkungan kepada seluruh pekerja dan mitra kerja, yang terbukti mampu menekan penggunaan botol plastik hingga 70%,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 14: Ekosistem Lautan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pelopor implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor energi.

“Sebagai bagian dari industri energi, Kilang Kasim terus bertransformasi menuju operasional yang lebih hijau, efisien, dan berintegritas. Komitmen ini kami wujudkan melalui langkah-langkah nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Officer I Environmental RU VII Kasim, Hendra Kurniawan, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini didukung dengan pengawasan yang konsisten serta penyediaan fasilitas pendukung.

“Saat ini, seluruh kegiatan di area Kilang Kasim tidak lagi menggunakan air minum dalam kemasan sekali pakai. Sebagai gantinya, kami telah menambah fasilitas water dispenser di berbagai titik strategis guna memenuhi kebutuhan air minum pekerja dan mitra kerja,” ujarnya.

Hendra juga menegaskan bahwa keberhasilan program diukur melalui pemantauan berkala terhadap penurunan volume limbah plastik serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan, sejalan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta komitmen global dalam Paris Agreement. Ke depan, kami akan terus memperluas dampak positif melalui kolaborasi dan inovasi pengelolaan limbah plastik,” pungkasnya.  (**/Oke)

____ _____ _____ _____ _____ ____

Komentar