Keluarga Korban Pembunuhan Sadis Mengamuk dan Bawa Keranda Jenazah di Mapolres Sorong, Tolak Segala Bentuk Mediasi

SORONG, PBD – Keluarga korban pembunuhan yang menewaskan Aji Umar Gayam (25) menggelar aksi protes di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sorong, Kabupaten Sorong, Selasa malam (17/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIT.

Dalam aksi tersebut, keluarga bahkan membawa jenazah korban ke halaman Mapolres Sorong sebagai bentuk protes serta desakan agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan meminta agar pelaku dijatuhi hukuman mati.

Keranda jenazah yang sebelumnya diangkut menggunakan mobil jenazah kemudian diturunkan dan diletakkan tepat di depan pintu masuk ruang pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sorong.

Suasana sempat memanas ketika massa keluarga melakukan aksi bakar ban di depan jalan masuk Mapolres sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap penanganan kasus tersebut.

Aksi berlangsung hingga Rabu dini hari (18/2/2026) sekitar pukul 01.15 WIT. Setelah menyampaikan tuntutan, pihak keluarga akhirnya bersepakat untuk memakamkan jenazah korban pada dini hari itu juga.

Sebelumnya, warga di Jalan Kontainer, Aimas, Kabupaten Sorong, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki pada Selasa sore (17/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIT.

Korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung berwarna putih dan dibalut tas belanja.

Dugaan sementara, korban merupakan korban tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sorong.

Belakangan diketahui, korban adalah Aji Umar Gayam (25). Kematian korban yang dinilai tidak wajar memicu kemarahan keluarga besar korban.

Paman korban, Maulud Yapono menegaskan bahwa pihak keluarga meminta kasus tersebut diproses hingga tuntas tanpa adanya mediasi.

“Permintaan keluarga harus ditindaklanjuti sampai tuntas. Kami tidak mau mediasi. Mau bawa uang satu miliar rupiah pun, saya tidak terima. Kasus ini harus jelas penyebabnya apa. Hukuman mati itu permintaan saya pribadi dan keluarga,” tegas Paman korban, Maulud Yapono.

Ia turut menyatakan bahwa pihak keluarga menginginkan proses hukum berjalan tegas dan transparan. Menurutnya, tidak ada ruang damai dalam kasus yang merenggut nyawa keponakannya tersebut.

“Kami tidak mau sampai di meja sidang hanya untuk damai. Ini harus diproses dan saya tidak terima,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Sorong belum memberikan keterangan resmi apapun terkait perkembangan penyelidikan maupun identitas terduga pelaku.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan tersebut guna meredam keresahan publik. (Jharu)

Komentar