oleh

Kelompok Ini Diskusi Terkait Tindak Pidana Kehutanan di Raja Ampat

WAISAI, – BBKSDA Papua Barat, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Raja Ampat, Polres Raja Ampat, Kodim 1805 kabupaten Raja Ampat, salah satu Mitra Pembangunan, yakni Fauna & Flora International’s – Indonesia Program Raja Ampat dan Kelompok Tani Hutan Warkesi sebagai narasumber dan stakeholder Pemerhati Lingkungan Raja Ampat. Tak lupa masyarakat kampung Sapokren, Warimak, Waifoi, Go, Kalitoko, Warsambin, dan beberapa kampung di Waigeo Utara sebagai peserta kegiatan. Serta secara umum, mengundang KPHL Unit I Raja Ampat, CDK Wilayah IX Raja Ampat, Babinsa, Kodim 1805/Raja Ampat, Pos TNI Angkatan Laut Raja Ampat, Bhabinkamtibmas-POLRES Raja Ampat, BKKPN Kupang Wilker Raja Ampat, PSDKP Tual Wilayah Raja Ampat, dan OPD terkait lainnya dilingkup Pemda kabupaten Raja Ampat melakukan diskusi dan workshop yang dilaksanakan di aula Dolphin Cottage, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (23/3/21).

Diskusi tersebut dilatar belakangi salah satunya kaitan dengan Pandemi Covid-19. Dimana diduga Pandemi turut menyumbang peningkatan aktivitas ilegal diwilayah terrestrial di kabupaten Raja Ampat.

Workshop ini dibagi dalam dua kegiatan utama, yaitu seminar dan diskusi selama dua hari, lalu dilanjutkan dengan kegiatan lapangan di lokasi objek wisata Webat Camping Ground berbentuk bootcamp atau kemping di alam. Hal ini dimaksudkan agar menambah semangat konservasi keanekaragaman hayati peserta.

Plt kepala BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto menyampaikan bahwa
fokus utama BBKSDA Papua Barat adalah perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan secara lestari dan berkelanjutan demi Indonesia yang maju dan adil.

Menurutnya ini dikarenakan pembangunan berkelanjutan merupakan syarat utama pengelolaan pembangunan yang kontinuitas dan terus menerus. Dimana pemanfaatan SDA bukan hanya pada generasi sekarang, tapi harus juga disiapkan untuk generasi yang akan datang.

“Konsepnya adalah kita meminjam kepada generasi berikutnya, sehingga harus dikembalikan kepada mereka melalui pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan,” ujarnya.

Komentar