JMSI Papua Barat Daya Rayakan HUT ke-6 dengan Semangat Hari Pers Nasional 2026

SORONG, PBD – Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat Daya menggelar syukuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) JMSI ke-6 tahun yang berlangsung di salah satu kafe di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (8/2/2026).

Syukuran tersebut dikemas secara sederhana dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati tanggal 9 Februari setiap tahunnya.

Momentum HUT JMSI ini menjadi refleksi peran pers, khususnya media siber, dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Diketahui, JMSI dideklarasikan pertama kali pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada peringatan HUT ke-6 tahun 2026 ini, JMSI mengusung tema “Bikin Terang Indonesia” dengan sorotan “Peran Pers Menopang Indonesia Emas Berbasis Penghormatan Terhadap HAM.”

Ketua Pengda JMSI Papua Barat Daya, Zakarias Abner Balubun mengatakan meskipun JMSI di Papua Barat Daya belum genap satu tahun berdiri, organisasi tersebut telah berupaya memberikan kontribusi positif melalui pemberitaan yang konstruktif, berimbang, dan bertanggung jawab.

“JMSI di Papua Barat Daya memang belum setahun berdiri, namun kami berupaya terus berkontribusi melalui pemberitaan yang membangun,” ujar Ketua Pengda JMSI Papua Barat Daya, Zakarias Abner Balubun.

Ia menjelaskan, Pengda JMSI Papua Barat Daya resmi dilantik langsung oleh Ketua Umum JMSI pada Oktober 2025 lalu di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat. Sejak pelantikan tersebut, JMSI terus melakukan sosialisasi guna memperkenalkan peran dan keberadaannya kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan di daerah.

Zakarias yang akrab disapa Aris menuturkan, JMSI merupakan salah satu dari 11 konstituen Dewan Pers yang memiliki peran strategis dalam menjaga profesionalisme dan kualitas perusahaan pers di Indonesia. JMSI Papua Barat Daya sendiri telah dilantik oleh ketua JMSI, Teguh Santosa Oktober 2025 di Kota Waisai Raja Ampat.

Menurutnya, JMSI merupakan jaringan pemilik perusahaan media yang mendorong tertib administrasi, legalitas, serta profesionalisme perusahaan pers, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.

Selain itu, JMSI turut berkomitmen membina media lokal agar mampu tumbuh menjadi perusahaan pers yang mandiri dan berkelanjutan.

Kendati demikian, Aris mengakui bahwa perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dampak dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang turut mempengaruhi sektor media.

“Perusahaan pers saat ini masih membutuhkan dukungan agar tetap bertahan dan tidak mudah gulung tikar. Media yang sehat, beretika, dan jujur masih perlu diperkuat dari sisi ekonomi,” ungkapnya.

Ia berharap, di usia JMSI yang ke-6 tahun ini, organisasi tersebut semakin solid dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya melalui pers yang profesional, independen, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Kegiatan syukuran HUT JMSI ke-6 tahun yang dirangkaikan dengan peringatan HPN tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan insan pers dalam menjaga marwah jurnalistik di Provinisi ke-38 di Indonesia ini. (Jharu)

Komentar