KABUPATEN SORONG, PBD – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sorong masa bakti 2025–2028 resmi dilantik bertempat di Unimuda Convention Center, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (29/11/2025).
Kepengurusan baru ini dinahkodai dr. Feliks Duwit dan dihadiri sejumlah pejabat penting diantaranya Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua TP-PKK PBD Orpa Susana Kambu, Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB PBD dr. Yan Piter Kambu Rektor UNIMUDA Sorong Rustamadji serta pihak terkait lainnya.
Gubernur PBD Elisa Kambu mengucapkan selamat kepada para pengurus baru dilantik dan menegaskan bahwa IDI memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan daerah.
Menurutnya, sejumlah tantangan kesehatan di Papua Barat Daya membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan IDI, terutama menyangkut ketimpangan distribusi tenaga medis, tingginya angka penyakit menular dan tidak menular serta akses layanan kesehatan di wilayah pedalaman dan kepulauan.
“Pemerintah Provinsi PBD menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama, dengan fokus padaProgram 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Pemenuhan dan peningkatan kualitas SDM kesehatan, Pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi serta Pemerataan distribusi dokter dan dokter spesialis di setiap kabupaten/kota,” terangnya.
Diakui Gubernur, Pemerintah provinsi bahkan menargetkan mengirim minimal 10 dokter Papua setiap tahun untuk pendidikan spesialis, dengan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota.
“Tahun ini, jika tidak ada hambatan, sebanyak 14 dokter direncanakan akan diberangkatkan,” sebutnya.
Dalam momen pelantikan itu, Gubernur Elisa Kambu turut memberikan instruksi tegas kepada seluruh rumah sakit dan puskesmas di wilayah Papua Barat Daya. Ia meminta seluruh pimpinan fasilitas kesehatan dapat mendengarkan langsung arahannya.
“Mulai hari ini, tidak ada pasien yang ditolak di rumah sakit, layani, administrasi menyusul. Jangan sampai karena administrasi, pasien jadi korban,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kerja kemanusiaan, bukan sekadar pengurusan administrasi. Gubernur meminta agar tidak ada lagi kasus pasien kritis yang ditolak karena alasan birokrasi.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Sorong yang baru dilantik, dr. Feliks Duwit menyampaikan dua fokus utama organisasi IDI kedepan.
“Terdapat dua fokus utama IDI kedepan. Pertama, tanggungjawab internal yakni memastikan seluruh anggota IDI memiliki kompetensi, bekerja profesional serta menjunjung etika dan disiplin. Kedua, berupa tanggungjawab eksternal yaitu menjalankan fungsi kemitraan dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan,” kata Ketua IDI Cabang Sorong dr. Feliks Duwit.
Lebih lanjut, dirinya menyoroti pentingnya evaluasi implementasi kebijakan kesehatan di lapangan. Ia menegaskan perlunya memastikan bahwa fasilitas kesehatan memberikan layanan sesuai standar, masyarakat dapat mengakses layanan dengan baik,kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya.
Pada kesempatan itu, dirinya menyinggung kasus viral seorang ibu hamil yang ditolak di empat rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia yang menurutnya menjadi contoh buruk lemahnya implementasi di tingkat pelayanan kesehatan.
“Ini soal implementasi. Organisasi profesi harus memastikan masyarakat mendapat akses dan mutu layanan yang baik,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi PBD berkomitmen memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kualitas tenaga medis, serta membangun sistem kesehatan yang lebih adil dan merata. (Jharu)







Komentar