TAMBRAUW, PBD – Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tambrauw yang dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026 berlangsung dengan khidmat di Masjid Baitul Maqdis Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.
Kegiatan ini menjadi forum penting bagi para ulama dan tokoh masyarakat untuk memperkuat peran organisasi dalam membina umat serta mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan Musda dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Papua Barat Daya H. Ahmad Nausrau, Ketua MUI Kabupaten Tambrauw demisioner Saban Sangaji, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Tambrauw Hasan Basri Tafalas, bersama para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Provinsi Papua Barat Daya H. Ahmad Nausrau menegaskan bahwa Musyawarah Daerah merupakan forum strategis dalam perjalanan organisasi. Musda tidak sekadar agenda rutin, melainkan momentum konsolidasi ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim untuk memperkuat peran MUI dalam membimbing umat serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia menambahkan bahwa sebagai lembaga yang mewadahi para ulama, Majelis Ulama Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kehidupan keagamaan umat Islam agar tetap berjalan dengan baik, penuh kedamaian, serta selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan. Melalui Musda ini diharapkan lahir kepengurusan MUI Kabupaten Tambrauw yang amanah, kuat, dan mampu menjalankan tugas-tugas keulamaan, baik dalam bidang dakwah, pendidikan, pembinaan umat, maupun dalam memberikan pertimbangan keagamaan kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Tambrauw demisioner Saban Sangaji dalam laporannya menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama masa kepengurusan. Ia menjelaskan bahwa MUI Kabupaten Tambrauw telah berupaya menjalankan perannya sebagai wadah silaturahmi para ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, sejumlah program yang telah dilaksanakan antara lain pembinaan umat melalui dakwah dan pengajian, menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, memberikan pertimbangan dan nasihat keagamaan terkait persoalan umat, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keagamaan daerah seperti peringatan hari besar Islam dan kegiatan sosial keumatan.
Musda kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan kepengurusan baru. Berdasarkan hasil musyawarah, ditetapkan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tambrauw sebagai berikut:
- Ketua: Ibrahim Yenggren
- Sekretaris: Abdul Rahim Sangaji
- Bendahara: Sudirman Tahir
Menutup rangkaian kegiatan, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Tambrauw Hasan Basri Tafalas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda tersebut. Ia juga mengucapkan selamat kepada kepengurusan MUI Kabupaten Tambrauw yang baru terpilih.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tambrauw, kami mengucapkan selamat kepada kepengurusan baru MUI Kabupaten Tambrauw yang telah terpilih melalui mekanisme musyawarah dalam Musda ini. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta keikhlasan dalam mengabdi kepada umat,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada pengurus MUI periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membina kehidupan keagamaan di Kabupaten Tambrauw.
Pemerintah Kabupaten Tambrauw berharap kepengurusan MUI yang baru dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, para tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan penuh kedamaian di Kabupaten Tambrauw. (**/oke)

_____
_____
_____







Komentar