SORONG, PBD – Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui kegiatan pengobatan massal dan edukasi kesehatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dipusatkan bertempat di Gereja GKPMI Jemaat Kasih Abadi, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar dan jemaat gereja yang hadir untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan panitia.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan penyakit tidak menular, pengobatan massal, konsultasi kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, ibu hamil hingga ibu menyusui.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai agenda sosial kemasyarakatan.
“Kegiatan PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 ini sudah melalui beberapa rangkaian kegiatan, dan hari ini kami melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Ketua TP PKK PBD, Orpa Susana Kambu.
Ia menjelaskan, kegiatan pelayanan kesehatan itu terlaksana melalui kolaborasi bersama Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, serta tenaga kesehatan dari puskesmas distrik setempat yang diterjunkan langsung untuk memberikan pelayanan kepada warga.
“Kami menerjunkan tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat di sekitar sini dan juga jemaat gereja,” ucapnya.
Selain layanan pengobatan gratis, diakuinya bahwa panitia turut memberikan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai faktor risiko penyakit tidak menular. Materi edukasi yang diberikan mencakup pencegahan kanker payudara, kanker leher rahim, obesitas, hipertensi, diabetes melitus, hingga pentingnya pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Orpa Susana Kambu, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TP PKK Papua Barat Daya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dirinya menegaskan, pelayanan kesehatan jemput bola seperti itu diharapkan tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar akses kesehatan masyarakat semakin mudah dijangkau.
“Harapan kami kegiatan ini tidak dilakukan hari ini secara seremoni saja, tetapi akan terus ditingkatkan ke depannya. Masyarakat tidak perlu pergi jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, karena petugas kesehatan akan datang melayani mereka,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Papua Barat Daya menargetkan sekitar 200 hingga 300 warga mengikuti pelayanan kesehatan dan pengobatan massal yang disediakan secara gratis.
Program pelayanan kesehatan jemput bola itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular di wilayah Sorong Papua Barat Daya. (Sip)

____













Komentar