SORONG, PBD – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran di wilayah Papua Barat Daya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian dalam keterangan persnya saat melakukan ramah tamah dan buka puasa bersama insan pers di 369 sky lounge Hotel Aston Sorong mengatakan persediaan uang layak edar (ULE) disiapkan di kas titipan Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan guna mendukung kelancaran transaksi tunai masyarakat.
Saldo uang layak edar di kas titipan Kota Sorong saat ini tercatat sebesar Rp203 miliar, sedangkan kas titipan Sorong Selatan sebesar Rp40,3 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui kas titipan yang dikelola oleh bank pengelola untuk memastikan distribusi uang tunai berjalan lancar selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sebagai perbandingan, realisasi outflow pada Ramadan tahun lalu tercatat sebesar Rp69,3 miliar di kas titipan Kota Sorong dan Rp10,3 miliar di kas titipan Sorong Selatan.
Dengan ketersediaan dana yang lebih besar tahun ini, Bank Indonesia memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat dapat terpenuhi, baik untuk transaksi sehari-hari maupun tradisi berbagi saat Idul Fitri.
“Dengan ketersediaan saldo ULE yang cukup besar tahun ini, Bank Indonesia memastikan bahwa persediaan uang dalam jumlah dan pecahan yang sesuai mencukupi untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat,” demikian keterangan resmi Bank Indonesia.
Selain menyiapkan uang tunai, Bank Indonesia juga mengoptimalkan layanan penukaran uang melalui website Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses masyarakat melalui https://pintar.bi.go.id.
Layanan penukaran uang pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini di wilayah Papua Barat Daya dilakukan melalui kas keliling di Kabupaten Raja Ampat serta layanan penukaran melalui loket perbankan di kas titipan Sorong Selatan pada 13 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026 yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”. Program tersebut mengacu pada tiga kerangka utama pengelolaan uang rupiah, yaitu ketersediaan uang berkualitas, distribusi yang efisien melalui layanan kas prima, serta penyiapan infrastruktur yang andal.
Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan gerakan “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” dengan cara merawat uang rupiah, bangga menggunakan rupiah dalam setiap transaksi, serta berbelanja secara bijak.
Di sisi lain, Bank Indonesia turut mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran non tunai, termasuk penggunaan QRIS dalam transaksi ritel.
Upaya perluasan sistem pembayaran digital tersebut juga dilakukan melalui kegiatan Qasuari Merah (QRIS Safari Ramadhan Penuh Berkah) 2026 yang digelar di empat wilayah, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Raja Ampat, dan Sorong.
Selain memperluas penggunaan pembayaran digital, Bank Indonesia juga terus memperkuat perlindungan konsumen melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar transaksi digital dapat dilakukan secara aman dan terpercaya. (**/oke)

_____







Komentar