Warga Muyu: Percuma Sudah Provinsi Papua Selatan Kalau Tidak Ada Provider Selain Telkom

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Gangguan sinyal atau jaringan telepon dan internet di Kabupaten Merauke dan sekitarnya di Provinsi Papua Selatan sejak 4 Januari 2024 hingga hari ini membuat masyarakat semakin geram. Terlebih gangguan jaringan Telkomsel terjadi sejak 2017 dan setiap tahun berulang-ulang dalam kurun waktu cukup lama dua hingga tiga bulan.

Salah satu warga Papua suku Muyu, Kabupaten Boven Digoel, Rufinus Barung (47) kepada sorongnews.com mengatakan, masyarakat menilai Telkom tidak mampu bekerja dengan baik. Sebagai provider satu-satunya di Papua Selatan, seharusnya Telkom menyediakan jasa layanan Telkomsel yang prima.

“Kami berharap, pemerintah harus memperhatikan hal ini. Percuma sudah ada Provinsi Papua Selatan, kalau tidak menyediakan provider selain Telkomsel,” tegasnya, Kamis (11/1/24).

“Pemerintah harus ada kebijakan menghadirkan provider selain Telkomsel sehingga semua bisa berjalan baik. Gangguan jaringan Telkomsel sudah mengorbankan dari sisi pendidikan, kesehatan, administrasi kenegaraan dan semua lini,” ungkap guru yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAK) Santo Yakobus Merauke ini.

Menurut Rufinus Barung, jaringan telepon dan internet kini sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. Sejalan dengan program pemerintah menggalakkan digitalisasi era globalisasi.

Oleh karena itu, dibutuhkan penyedia jaringan telepon dan internet yang hasilnya benar-benar prima bisa mengakses pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan pemerintahan dan lain-lain.

“Karena disini sekarang sudah provinsi, bukan lagi hanya kabupaten. Jangan beralasan jaringan normal tunggu kapal, ini tidak boleh. Ini berita-berita hoax dan tidak meyakinkan masyarakat pada umumnya,” tandas Rufinus Barung. (Hidayatillah)

___ __ ___ ___ ___ ___ ___ ___ __ ___ __ __ __ ___

Komentar