Usai Buka C Plano TPS 7 Aimas, Berikut Rekap Hasil Penghitungan Suara Kabupaten Sorong Tingkat Provinsi

SORONG, PBD – KPU Provinsi Papua Barat Daya menggelar rapat pleno terbuka rekap hasil penghitungan perolehan suara tingkat Provinsi Papua Barat Daya, bertempat di hotel vega Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (7/3/24).

Ketua KPU Kabupaten Sorong Franky Duwith, didampingi komisioner lainnya membacakan hasil tingkat kabupaten. Berikut hasil rekapannya.

Pilpres :

  1. Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar 8.710 suara
  2. Prabowo – Gibran 44.177 suara
  3. Ganjar – Mahfud 20.679 suara

DPD RI :

  1. Agil Saeni : 2.266 suara
  2. Agustinus Kambuaya : 3.539 suara
  3. Amalaut Boinauw : 1.503 suara
  4. Amus Atkana : 1.745 suara
  5. Hartono : 12.388 suara
  6. Hasbi Suaib : 3.797 suara
  7. Mamberop : 12.231 suara
  8. Sanusi R : 6.316 suara
  9. Muchdar Weul : 608 suara
  10. Paul Mayor : 8.909 suara
  11. Septinus Lobat : 8.058 suara
  12. Sokhib Naim : 3.470 suara

Dari hasil rekap tersebut, Hartono unggul disusul Mamberop, Paul Mayor, Septinus Lobat dan Sanusi Rahaningmas.

DPR RI :

  1. PKB : Total suara 2.070 suara
  2. Gerindra : 4.992 suara
  3. PDIP : 5.775 suara
  4. Golkar : 20.625 suara
  5. Nasdem : 7.233 suara
  6. Buruh : 432 suara
  7. Gelora : 862 suara
  8. PKS : 3.089 suara
  9. PKN : 177 suara
  10. Hanura : 4.429 suara
  11. Garuda : 197 suara
  12. PAN : 4.501 suara
  13. PBB : 187 suara
  14. Demokrat : 9.089 suara
  15. PSI : 755 suara
  16. Perindo : 1.617 suara
  17. PPP : 667 suara
  18. Umat : 89 suara

Dari hasil rekap tersebut, Golkar unggul dengan perolehan suara dari Caleg nomor urut 1, Robert Kardinal sebanyak 10.307 suara disusul caleg nomor 2, Bernard Sagrim 7.804 suara dan Caleg nomor 3, Rhidian Wasaraka 366 suara dan suara partai 2.175 suara.
Urutan kedua Partai Demokrat dengan perolehan suara dari Caleg nomor 1, Faujia Helga 7.273 suara, caleg nomor 2, Muhammad Said 711 suara, caleg nomor 3, Nyataraharja 268 suara dan suara partai 837 suara.
Urutan ketiga Nasdem dengan perolehan suara dari caleg nomor 1, Rico Sia 5.678 suara, caleg nomor 2, Sofia Maipauw 601 suara, caleg nomor 3, Namira 197 suara dan suara partai 757.

DPR Provinsi Papua Barat Daya Dapil III Kabupaten Sorong dengan jumlah kuota 7 kursi adalah :

  1. PKB : Total suara 3.467 suara
  2. Gerindra : 6.926 suara
  3. PDIP : 9.938 suara
  4. Golkar : 13.897 suara
  5. Nasdem : 5.778 suara
  6. Buruh : 311 suara
  7. Gelora : 3.988 suara
  8. PKS : 3.380 suara
  9. PKN : 106 suara
  10. Hanura : 4.071 suara
  11. Garuda : 54 suara
  12. PAN : 4.070 suara
  13. PBB : 99 suara
  14. Demokrat : 10.415 suara
  15. PSI : 628 suara
  16. Perindo : 2.867 suara
  17. PPP : 473 suara
  18. Umat : 36 suara

Golkar unggul disumbang suara terbanyak caleg nomor 1, Febry Jein Andjar sebanyak 6.596 suara, caleg nomor 4, Nansy Prisilia Karundeng 2.933 suara.
Urutan kedua, Demokrat perolehan suara terbanyak caleg nomor 1 Marthinus Nasarany, 4.461 suara dan caleg nomor 2 Sarsito, 3.597 suara.
Urutan ketiga PDIP perolehan suara terbanyak caleg nomor 1 Esterlita Ethy Sagrim 3.685 suara dan caleg nomor 2 Darwin Pasaribu 3.650 suara.
Urutan keempat, Gerindra dengan perolehan suara terbanyak nomor urut 5 Yusuf Marak 3.039 suara dan nomor urut 4 Lewi Syalubu 1.285 suara.
Urutan kelima Nasdem dengan perolehan suara terbanyak caleg 1, Zeth Kadakolo sebanyak 3.471 suara.
Urutan keenam Hanura dengan perolehan suara terbanyak caleg 1, Arifin 3.611 suara plus akumulasi caleg dan suara partai total 4.071 suara.
Urutan ketujuh, PAN, dengan perolehan suara terbanyak caleg 1, Eko Tavip 3.671 suara plus akumulasi caleg lain dan suara partai total 4.070 selisih satu suara dari Hanura.

Catatan redaksi, usai pembacaan rekap D hasil DPR Provinsi Dapil III, saksi PAN melakukan aksi keberatan dan mempertanyakan terkait selisih suara pada TPS 07 Aimas. Dimana pada C Plano Partai Hanura tertulis 3+1 = 4 namun di rekap tertulis 4+1. Ia pun meminta agar kejanggalan tersebut dibuktikan dengan kembali membuka C plano.

Sempat beradu argumen antara saksi PAN, saksi Hanura, Bawaslu dan KPU Kabupaten, Ketua KPU PBD dibantu komisioner lainnya meminta agar C plano keberatan dihadirkan dan dibuktikan.

KPU Kabupaten Sorong dengan gerak cepat menghubungi PPD Aimas untuk hadir dan membawa bukti C plano dan rapat diskorsing oleh Ketua KPU PBD.

Usai tiba, PPD Aimas bersama KPU, Bawaslu membuka C plano dan menemukan bahwa pada C Plano tertulis 4. Sehingga dirubah pada sirekap, sehingga suara Partai Hanura berkurang 1 dari 4.072 menjadi 4.071.

Usai disetujui semua pihak, Ketua KPU PBD kemudian mensahkan hasil rekapitulasi hasil suara Kabupaten Sorong dan menutup rapat pleno terbuka untuk Kabupaten Sorong.

Selanjutnya pada pukul 20.00 WIT dijadwalkan dilanjutkan dengan Pleno KPU Raja Ampat, namun masih terkendala aksi unjuk rasa 15 Parpol dan masyarakat Raja Ampat di depan Hotel Vega Kota Sorong.

Hingga pukul 21.55 WIT belum ada kepastian terkait pleno Raja Ampat karena perdebatan yang cukup alot antara KPU Provinsi dengan KPU Kabupaten Raja Ampat. (Oke)

___

Komentar