Umat Paroki St. Yoseph Ayawasi Rayakan Hari Pelindung ke 65 Tahun

MAYBRAT,- Umat Paroki St. Yoseph Ayawasi, Kabupaten Maybrat Papua Barat merayakan hari pelindung ke- 65 tahun dengan misa syukur yang dipimpin pastor Paroki St. Yoseph Ayawasi, Felix Janggur, OSA, di Maybrat, Papua Barat, Sabtu (19/3/22).

Hari pelindung ini dihadiri Bupati Maybrat, Bernard Sagrim, Sekwan, Ferdinandus Taa Asisten II Setda Maybrat, Engelbertus Turot, tokoh masyarakat, Agustinus Saa, Kadis Perikanan, Stevanus Kocu dan umat dari stasi juga lingkungan padati gereja tersebut.

Perayaan hari pelindung Paroki St. Yoseph Ayawasi ini ditandai pemotongan kue dan jamuan kasih bersama bupati, pejabat serta umat yang hadir.

Bupati Maybrat mengatakan bahwa, Paroki St. Yoseph Ayawasi sudah dewasa, dimana telah 65 tahun memberikan sejarah. Tentu dengan 65 tahun ini banyak tanggungjawab dan tantangan yang harus dilihat kedepan.

Contoh nyata, kata Bupati, penyelesaian gedung gereja yang sementara dibangun. Untuk itu, umat Paroki St. Yoseph Ayawasi harus komitmen dan tanggungjawab dalam menyelesaikan. Semua potensi umat harus di berdayakan hingga gedung gereja Paroki St. Yoseph rampung.

“Kita harus bangkit, para kepala kampung juga setiap tahun harus berkontribusi untuk penyelesaian gedung gereja ini. Saya juga berharap, kita sama-sama membina anak- anak muda sehingga tetap berjalan diajaran gereja tidak terjerumus ke hal negatif. Ini tidak hanya tanggungjawab Paroki St. Yoseph Ayawasi saja tapi semua gereja di Maybrat,” ajak Sagrim.

Sementara, Ketua Dewan Paroki St. Yoseph Ayawasi, Apolos Taa menambahkan, hari pelindung tahun 2022 ini, sangat spesial karena persiapannya hanya empat hari tapi dukungan umat dari stasi dan lingkungan sangat luar biasa.

“Kami berharap, dengan HUT pelindung ke 65 tahun ini umat semakin bersatu dan menunjukkan keteladanan santo Yoseph dalam kehidupan yang aman, baik dan rukun antara sesama yang lain”, cetusnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, umat juga libatkan diri dalam kegiatan gereja karena disaat ini sudah dibangun gereja dengan target dua tahun lagi harus rampung. Termasuk stasi- stasi yang sedang membangun gereja maupun pastoran.

Adanya partisipasi umat untuk membangun gedung gereja atau pastoran menunjukkan bahwa umat sadar betapa pentingnya tempat untuk memuji dan memuliakan Tuhan. (Valdo)

___

Komentar