Tumbu Tanah, Buka Rangkaian FESPA 2023 di Kabupaten Sorong

KABUPATEN SORONG, PBD – Dibawah terik sinar matahari yang menyengat, sekitar pukul 14.15 WIT, open ceremony (pembukaan) FESPA 2023 pun digelar, bertempat di halaman Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Festival Pesona Tanah Papua (FESPA) 2023 resmi bergulir, Rabu siang (3/5/23).

Dimana, sebanyak 1.000 penari bersama masyarakat lainnya dengan penuh antusias, tumpah ruah memadati halaman Aimas Hotel guna mempersembahkan tarian ‘Tumbu Tanah’.

Terlihat, mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di tanah air, ribuan penari bersama masyarakat, secara bersama-sama bergoyang selaras dengan pukulan tambur yang cetar membahana dan membentuk lingkaran, lalu berjalan perlahan mulai dari halaman Aimas Hotel menuju Malak Ballroom ACC.

Pantauan Sorongnews.com, Ketua Panitia Pelaksana, Rosaline Irene Rumaseuw, mengajak langsung orang nomor satu di Kabupaten Sorong, Pj Bupati Sorong, Yan Piet Mosso, bersama Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf RI, Dwi Marhen Yono, hingga Staf Khusus Presiden RI Bidang Pendidikan dan Inovasi, Billy Mambrasar ikut bergoyang bersama dalam tarian tumbuk tanah hingga memasuki area gedung dari pusat penyelenggaraan FESPA 2023 itu.

Tak disangka, tarian tumbu tanah memiliki makna tersendiri dan begitu mendalam, serta melambangkan ikatan kuat tali kebersamaan antar sesama. Tarian ini tampak membentuk lingkaran sekaligus bergandengan tangan, memiliki artian kuatnya persatuan bangsa, salah satunya di Kabupaten Sorong.

Usai tiba di Malak Ballroom ACC, tak lama kemudian, Pj Bupati Sorong beserta rombongan yang terdiri dari Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf RI, Staf Khusus Presiden RI Bidang Pendidikan dan Inovasi, Ketua Panitia Pelaksana beserta pejabat Forkompinda Kabupaten Sorong lainnya meninjau langsung stand UMKM yang telah berjejer rapi disekitaran pelataran Malak Ballroom ACC.

Saat dilakukannya peninjauan, Pj Bupati Sorong berinisiatif menyamaratakan dengan menggelontorkan sebesar Rp 300.000 tiap stand yang berjumlah ratusan itu.

Ketua Panitia Pelaksana, Rosaline Irene Rumaseuw mengatakan bahwa, rangkaian pelaksanaan FESPA 2023 ini sengaja dibuka dengan tarian tumbu tanah, sebab dinilainya memiliki makna kebersamaan yang kuat antar satu sama lainnya.

“Tarian ini memiliki arti kebersamaan, penari saling bergandengan tangan dan menari berputar sambil mengikuti iringi musik serta dilakukannya pukulan tambur,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Rosaline Irene Rumaseuw.

Lebih lanjut, disampaikannya bahwa, dalam penyelenggaraan FESPA yang akan berlangsung hingga 6 Mei 2023 mendatang itu, pihaknya akan menyajikan berbagai kegiatan yang spektakuler dan menghadirkan artis papan atas berasal dari bumi cendrawasih serta digadang-gadang tentunya akan dinanti kehadirannya oleh masyarakat.

“FESPA ini, kami akan hadirkan kegiatan luar biasa, dan dimeriahkan oleh artis-artis lokal Papua, tentunya semuanya akan memeriahkan Festival Pesona Tanah Papua 2023 ini,” sebutnya. (Jharu)

___

Komentar