oleh

Tips Hadapi Anak Hiperaktif, Orang Tua Harus Tau

SORONG,- Sobat Kupuku dimana pun berada kali ini Kupuku Indonesia, melaksanakan talkshow ke 57 dalam melatih regulasi diri pada anak hiperaktif, guna mengedukasi para orang tua di rumah.

Talkshow tersebut berlangsung dengan mengahdirkan pendiri klinik tumbuh kembang liliput dan sekolah padi (sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus), yakni Rini Budi Setyowati dan dipandu Satrio Anindito anggota Kupuku Indonesia.

Talk show yang menghadirkan orang tua dan guru itu berlangsung kurang lebih dua jam dan di sajikan secara daring melalui Zoom meeting Kamis malam (20/10/22). Di ikuti oleh dua ratus lebih peserta yang berasal dari berbagai daerah di penjuru Indonesia.

Tak heran jika banyak orang tua yang berjibaku, dengan anak-anak yang terlihat sangat aktif dalam keseharian nya .

Disampaikan Rini, regulasi diri merupakan kemampuan untuk mengendalikan pikiran, perasaan serta perilaku yang mendukung individu untuk dapat melakukan kegiatan fungsional serta, mencapai tujuan dalam kehidupan nya.

Regulasi diri sangat penting bagi anak kecil pasalnya, berkaitan dengan kompetensi sosial. Dengan adanya regulasi diri ini bisa mengontrol Setiap perilaku yang terjadi dalam diri seseorang.

Dengan regulasi diri individu mampu memahami emosi orang lain. Misalnya jika seseorang sedang sedih,dia yang menyaksikan harus mampu menahan dirinya untuk tidak menertawakan orang yang sedang sedih.

Regulasi diri selanjutnya adalah mengendalikan emosi serta perilaku sosial dengan kondisi tertentu, misalnya seseorang sedang berada dalam antrian panjang sebuah restauran. Pada saat itu kita mencoba untuk mengontrol, emosi serta perilaku kita sesuai dengan kondisi dan situasi tertentu.

Regulasi diri juga dapat mengatur hubungan sosial maupun dengan teman sebaya. Misalnya melakukan tugas secara kelompok, bahkan hal penting yang berkaitan dengan regulasi diri.

“Misalnya kita jatuh, terus malu disitu kita mencoba untuk mengontrol emosi kita agar tidak menangis,” ungkap Reni.

Menariknya regulasi diri ini sangat berkaitan, dengan kesiapan serta pencapaian akademis. Yaitu perencanaan dalam mengerjakan tugas, kemudian atensi apa yang perlu di pertahankan untuk menyelesaikan tugas . Sementara itu hiperaktif sendiri bisa menjadi bagian dari diagnosis tertentu. Misalnya menjadi bagian dari ADHD, dan juga berasal dari gangguan lainnya seperti autisme, gangguan pemrosesan sensorik.

Hiperaktif juga di tandai dengan beberapa gejala seperti aktivitas motorik yang berlebihan. Yang memicu adanya kegelisahan meliputi, mengetuk tangan,kaki dan tidak tahan duduk tenang.

Kemudian meninggalkan tempat duduk, berlarian atau memanjat dalam situasi yang tidak tepat. Bahkan sulit mengerjakan tugas dengan tenang, mereka cenderung selalu bergerak dan tidak mudah merasa lelah. Berbicara berlebihan, kesulitan menunggu dan menjawab sebelum pertanyaan selesai diberikan.

Sehingga banyak orang tua di rumah bingung bagaimana caranya untuk melatih regulasi diri pada anak hiperaktif.

Orang tua wajib mempraktekkan beberapa tips visual schedule di rumah masing-masing, pada pagi hingga malam hari.

Pertama setiap orang tua harus membuat visual schedule dalam bentuk gambar.Kadang- kadang orang tua harus menyuruh anaknya agar duduk dengan tenang, anaknya malah lari dan bermain.Nah dengan menempelkan gambar duduk, secara tidak langsung orang tua lelah mentransfer sebuah pesan agar sang anak bisa duduk, tanpa harus menyuruh dengan kata-kata.

Rutinitas harian begitu penting, karena anak dengan hiperaktif sering kali kesulitan dalam. Membuat rencana, memiliki koordinasi gerak yang kurang optimal, tidak nyaman dengan perubahan sensasi, sehingga perilakunya dapat menggangu rutinitas harian,baik di sekolah maupun di tempat lain.

Dengan adanya pengembangan kegiatan yang telah di rencanakan akan membuat rangkaian kegiatan orang tua di rumah pada hari tersebut menjadi lancar.

“Jadi ibu-ibu jika memiliki anak yang hiperaktif,maka kalian harus melakukan visual schedule dalam bentuk gambar, agar anak-anak mudah mengingat karena sifatnya gambar.sehingga mudah untuk ditangkap maupun dipahami,” jelas Rini. (Fatrab)

Komentar