Tidak Ada HP Android, Berikut Syarat Bisa Masuk Ruang Publik Tanpa Ribet

SORONG, – Pemerintah Daerah didukung TNI dan Polri mulai memberlakukan wajib penggunaan aplikasi Peduli Lindungi saat melakukan Aktivitas di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, penginapan atau hotel, tempat hiburan malam dan transportasi umum.

Pihak Kepolisan, TNI dan Pemda Kota Sorong bahkan melakukan sosialisasi kepada pengelola ruang publik di Aula Samu Siret, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (13/1/22).

Dalam rapat tersebut diberikan informasi Mengenai fasilitas barcode Peduli Lindungi disetiap pintu masuk ruang publik sebagai upaya pengendalian COVID-19.

Bagi Anda yang memiliki HP Android, mulai sekarang wajib mengunduh aplikasi Peduli Lindungi yang dapat diunduh melalui Play Store sedangkan hagi pengguna HP IoS seperti Apple atau Iphone dapat mengunduhnya di Apple Store. Setelah mengunduh dan memasukan data pribadi Anda maka otomatis, sertifikat vaksin Anda akan didapatkan.

Didalam aplikasi Peduli Lindungi sendiri terdiri dari beberapa informasi mengenai riwayat vaksin, hasil tes COVID-19, perjalanan seseorang, aturan perjalanan, teledokter, pelayanan kesehatan, statistik COVID-19 dan daftar vaksin serta scan QR Code saat masuk ke ruang publik. Scan QR Code sendiri berfungsi untuk memberikan validasi atau izin Anda dapat masuk atau tidak di dalam ruang publik tersebut.

Bagi pengguna transportasi umum seperti Pesawat dan Kapal, maka Anda diwajibkan untuk mengisi E-HAC yang berada di dalam aplikasi Peduli lindungi. Didalam EHAC terdapat sejumlah informasi yang harus Anda sampaikan, seperti Nama Maskapai atau Armada yang Anda gunakan, nomor kursi, tujuan perjalanan, Asal daerah dan daerah tujuan, serta NIK dan tanggal lahir Anda.

Tapi bagaimana Jika Anda tidak memiliki HP Android atau IoS dan Hanya menggunakan HP jaman dulu atau enggan mengaktifkan Layanan internet? Maka ada beberapa cara agar Anda tetap dapat beraktifitas seperti orang pada umumnya.

Cara Pertama adalah membawa bukti kartu vaksin serta KTP Anda setiap hendak beraktifitas di ruang publik. Jika kartu vaksin Anda terasa ribet karena berupa kartu yang lebar, maka ada cara kedua yaitu dengan membuat kartu vaksin berbentuk dan berukuran seperti KTP atau ATM. Meski tidak disarankan oleh pemerintah, karena dapat membahayakan kebocoran data pribadi oleh orang yang tidak bertanggung jawab, namun jalur ini banyak ditempuh oleh sebagian warga dengan alasan efisiensi.

Pembuatan Kartu vaksin berbentuk KTP ini dapat dilakukan disejumlah tempat fotocopy atau percetakan dengan biaya mulai Rp.20.000 hingga Rp.50.000 per kartu berisi keterangan sertifikat dosis satu dan  atau dosis kedua serta barcode. Cara ini lebih ringkas ketimbang Anda membawa kartu vaksin ukuran normal.

Jika menggunakan transportasi umum khususnya pesawat udara, maka Anda harus mengurus kartu kuning di Karantina Kesehatan pelabuhan dengan mengisi sejumlah data berupa keterangan vaksin dan riwayat COVID-19 dan Kesehatan Anda serta maksud dan tujuan keberangkatan. (Oke)

___ __ ___

Komentar