Terduga Korupsi, Selvia Wanma Bebas Berkeliaran, Yan Warinussy Pertanyakan Kinerja Kejari Sorong

MANOKWARI, PAPUA BARAT – Salah satu Bakal calon Bupati Raja Ampat, Selvia Wanma kembali menjadi sorotan.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengungkap bahwa perkara Sidang Tindak Pidana Korupsi Proyek Perluasan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah pada Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja tahun 2010, dengan terdakwa Pemilik PT Fourking Mandiri, Selviana Wanma yang merugikan negara senilai Rp1,3 Miliar tercatat sudah memakan waktu 251 hari.

___

“Kasus sidangnya pun hingga 8 bulan lebih ini, belum juga ada putusan majelis hakim Tipikor Manokwari,

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Yan Warinussy sebagai pengiat anti korupsi di Tanah Papua turut pula mempertanyakan realita yang ada.

“Saya sebagai pengiat anti korupsi di Tanah Papua sangat tahu benar tingkat kesulitan yang dialami oleh jajaran Kejaksaan Negeri Sorong untuk membawa Selviana Wanma sampai di Pengadilan Tipikor,” ujar Yan.

Kasus dugaan Korupsi Proyek perluasan jaringan listrik tegangan rendah dan menengah di Raja Ampat tercatat pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Manokwari dengan nomor registrasi perkara nomor 29/Pid.Sus-TPK/2023/PN Mnk pada tanggal 21 September 2023. Dimana kasus dengan terdakwa Selviana Wanma tersebut sudah bergulir di Pengadilan Tipikor Manokwari hingga lebih dari 8 bulan.

“Susah susah payah bawa terdakwa ke meja hijau pengadilan Tipikor, ini malah sidangnya harus berlarut – larut hingga 8 bulan lebih, ” kata Yan Warinussy.

“Sudah begitu terdakwa Selviana Wanma yang masih memegang jabatan sebagai Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya sering tertangkap kamera masih aktif dalam kegiatan politik,” lanjutnya.

Pada tanggal 7 Maret 2024 Selviana Wanma tampak hadir dalam kegiatan rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilu yang digelar oleh KPU Provinsi Papua Barat Daya.

Kemudian Selviana Wanma pun turut hadir menerima surat penugasan dari Partai Golkar sebagai bakal calon bupati kabupaten Raja Ampat.

Yang terakhir, Selviana Wanma tertangkap kamera hadir pada saat kunjungan kerja Ketua Komisi II DPR RI di Provinsi Papua Barat Daya.

Semua ini, tentu menjadi bahan perbincangan dan pertanyaan oleh masyarakat, siapa yang harus diminta pertanggung jawaban atas berlarut – larutnya sidang kasus Tipikor yang sudah memakan waktu 8 bulan lebih. Dimanakah marwah dan kebesaran hukum, karena perkara korupsi ini, statusnya Extraordinary Crime. (**Ali)

___ __ ___ ___

Komentar