oleh

Terancam Abrasi, Kilang RU VII Kasim Tanam 10.000 Bibit Mangrove

KABUPATEN SORONG, – Abrasi Pantai yang menjadi ancaman warga pesisir menjadi perhatian tim manajemen dan jajaran pekerja PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim untuk berbuat sesuatu terhadap warga di Kampung Klayas, Kabupaten Sorong.

Kampung Klayas sendiri, merupakan kampung yang berada di area pesisir Distrik Seget, Kabupaten Sorong. Hal ini erat kaitanya dengan bencana abrasi yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Namun demikian, masyarakat masih belum menganggap bahwa abrasi merupakan bencana dan masih enggan dalam melakukan upaya konservasi.

Kilang Kasim, lewat program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) hadir dan mengajak para pemuda Kampung Klayas untuk melakukan penanaman mangrove di area absrasi. Tak hanya menanaman, pemuda dibekali dengan pelatihan serta pendampingan dalam mengupayakan pembibitan secara mandiri dan diarahkan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari kegiatan tersebut.

Yusuf Masnyur, selaku General Manager Kilang Kasim mengatakan, bahwa dirinya bersama dengan jajaran manajemen datang ke Kampung Klayas untuk melakukan penanaman mangrove sebanyak 10.000 bibit (secara kontinyu). Tak hanya itu, dirinya menyampaikan maksud kedatangannya untuk melihat pembibitan yang dilakukan para Pemuda untuk memitigasi area abrasi serta mendapatkan nilai ekonomis dari kegiatan ini.

“Para pemuda sudah dibekali pengetahuan untuk melakukan upaya pembibitan, dan hari ini benar apa adanya. Kami melakukan penanaman secara bersamaan dimana bibit dan dan hal teknis lainnya diupayakan para pemuda dari Kampung Klayas. Ini sangat luar biasa” ungkap Yusuf di Klayas, Jumat (16/9/22).

Yusuf Mansyur, menambahkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan para pemuda di Kampung Klayas. Hal ini dikarenakan bahwa para pemuda sudah menjadi Agent Of Change dalam perubahan di Kampung Klayas. Pendampingan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ternyata mampu merubah sikap para pemuda untuk aware dan peduli dengan nasib kampungnya.

Sementara itu, Area Manager Comm, Rel, CSR & Compliance PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim, Dodi Yapsenang mengatakan bahwa kunjungan tim manajemen kali ini memang untuk memonitor kegiatan yang dilakukan pemuda, salah satunya adalah penanaman mangrove.

“Kami dari Kilang Kasim, datang untuk memantau kegiatan pemuda dan penanaman mangrove. Penanaman yang dilakukan oleh jajaran tim manajemen serta para pemuda ini memang sangat perlu dilakukan, menginggat bahwa kondisi pesisir kampung Klayas yang sudah terkena abrasi dalam beberapa tahun terakhir” Jelas Dodi.

Lebih lanjut, Dodi menegaskan bahwa penanaman 10.000 bibit mangrove ini diupayakan karena memang salah satu solusi terbaik dalam memitigasi bencana. Jika dilihat dari TJSL Pertamina, menang mangrove menjadi primadona karena serapan dan simpanan karbon yang lebih tinggi daripada pohon darat lainnya. Selain itu, masalah abrasi ini dirasa hal yang sangat sesuai untuk terus mengupayakan kegiatan seperti ini.

“Kegiatan kami pada pagi hari ini terkait penanaman mangrove, semuanya disiapkan oleh para pemuda. Pemuda Kampung Klayas pada hari ini, sangat berbeda dengan pemuda beberapa tahun terakhir, sekarang para pemuda sudah mulai meninggalkan kebiasaan lama akan mabuk-mabukan dan bermalas-malasan. Sekarang mereka menjadi penyelamat dari bencana abrasi di Kampung Klayas dan juga mempunyai pendapatan dari kagiatan lingkungan mereka ” Tambah Dodi.

Selain itu, kegiatan yang dilakukan oleh Kilang Kasim ini sudah disesuiakan dengan TJSL Pertamina (Persero) serta SDGs (Sustainable Developments Goals) poin 13, 14, dan 15. Hal ini sudah dimasukkan sesuai dengan renstra dan renja Keankeragaman Hayati Kilang Kasim, dan sudah layak dan sesuai untuk dilakukan bagi Kampung Klayas dan kampung-kampung lainnya di Dsitrk Seget kedepannya.

Tim Manajemen dan jajaran Kilang Kasim berharap agar kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di Kampung Klayas. Pelan-pelan hal lainnya terkait penanaman serta masalah abrasi akan terus diupayakan, sehingga pada tahun 2024, kampung Klayas bisa menjadi kampung yang bebas dari abrasi. (**/Oke)

Komentar