Tekan Inflasi Daerah Jelang Ramadhan, Pemkot Sorong Gandeng BI Gelar High Level Meeting

SORONG, PBD- Untuk menekan inflasi daerah, Dinas Perekonomian Pemerintah Kota Sorong menggandeng Bank Indonesia-PB menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (7/3/24).

Meeting dipimpin Wali kota Sorong Septinus Lobat, didampingi Kabag Perekonomian Daerah Milan Latumeten selaku moderator serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi-PB, Setian sebagai penyaji materi.

__ ___

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau ini juga melibatkan Forkopimda, Pimpinan OPD terkait di lingkup Pemerintah Kota Sorong, pihak BUMN, BUMD, Pengusaha, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Kata Orang Nomor Satu di Kota Sorong ini bahwa, tujuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ini guna menekan inflasi daerah jelang hari besar keagamaan yakni perayaan idul fitri.

“Sebentar akan ada perayaan hari besar keagamaan maka akan ada banyak proses jual beli, nah untuk itu sebagai Pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat,” ujar Pj Wali Kota Sorong, Septinus Lobat.

Lanjutnya, jangan sampai tingkat inflasi tinggi mengakibatkan daya beli masyarakat menurun terhadap barang atau jasa yang dibutuhkannya, sebab inflasi yang tinggi akan berdampak terhadap peningkatan kemiskinan.

“Inflasi merupakan salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi, apabila sinergitas semakin solid maka pengendalian inflasi Kota Sorong akan terkendalikan dengan baik,” sambungnya.

Jelasnya, dalam pencapaian TPID Kota Sorong terkait inflasi itu berada pada angka 1,57%, yang mana lebih rendah dari inflasi nasional bulan Februari sebesar 2,75%. Hal tersebut membuktikan bahwa TPID dan Forkopimda aktif dalam berkoordinasi terkait kondisi inflasi.

“Paling sering dilakukan ialah melakukan peninjauan di sejumlah distributor barang dan pasar, semua hanya memiliki satu tujuan yaitu untuk mengetahui secara langsung laju pertumbuhan perekonomian,” ungkapnya.

Bebernya, jelang hari besar biasa akan ada peningkatan harga terutama terjadi pada periode H-10 ramadan, H+10 ramadan, dan H+10 lebaran, maka penting hal pengawasan untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan di masyarakat.

“Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan proaktif semua pihak terutama TPID, pengendali inflasi pangan, serta stakeholder lainnya untuk menjaga stabilitas tata kelola harga pokok komoditas pangan,” terangnya.

Sehingga, dengan terlaksana giat High Level dapat memberikan manfaat positif untuk mengantisipasi secara bersama-sama dalam pengendalian inflasi daerah.

Tambahnya, semoga koordinasi dan sinergi antar dinas atau instansi tetap terus terjalin baik melalui TPID dan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan. (Mewa)

___ __ ___ ___

Komentar