Tangis Orang Tua Korban Oknum Pengasuh Ponpes Pecah Usai Sidang Ditunda 2 Minggu

SORONG, PBD – Tangis orang tua korban pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan oleh oknum pengasuh pondok pesantren Salafiyah, Ikhwanudin pecah Usai pengadilan mengumumkan sidang putusan yang diagendakan pada hari Rabu (7/2/24) ditunda hingga 21 Februari 2024 mendatang.

Ditemui usai penundaan persidangan, orang tua korban Heti Maryati dan Diah menumpahkan kekesalan hingga menitikkan air mata karena selama proses persidangan pihak keluarga tidak dilibatkan.

“Banyak hal yang tidak kami ketahui sebagai keluarga korban. Sidang ini seakan ditutup-tutupi. Jaksa tidak pernah komunikasi dengan kami, tahu-tahu sudah mau putusan. Kekesalan kami semakin bertambah sidang minggu lalu sudah tuntutan dan pelaku hanya dituntut 12 tahun dan 3 bulan penjara. Padahal trauma anak kami ini berkepanjangan. Bayangkan dari SMP kelas 1 sampai sekarang kuliah. Kalau lihat orang mirip pelaku, anak Saya ketakutan, mendengar nama orang yang mirip langsung pucat. Psikologis anak Saya terganggu seumur hidupnya kok pelaku hanya dituntut 12 tahun penjara. Kalau bisa hukumannya seumur hidup,” tangis Heti.

Ia pun berharap selama 2 minggu menanti sidang putusan, Majelis Hakim mau kembali mengkaji dan mempertimbangkan ulang tuntutan jaksa penuntut umum yang tidak mewakili keadilan para korban. Ia meminta hakim dapat membaca BAP korban-korban yang telah diperiksa oleh penyidik Polres.

Karena selama persidangan Heti mengaku nama anaknya tidak disebutkan dan tidak dihadirkan baik sebagai saksi sekaligus korban.

“Harapan Saya Majelis hakim bisa mempertimbangkan ulang tuntutan jaksa. Anak saya 2 orang jadi korban, yang satu sekarang sudah lulus kuliah, yang satu sudah kelas 3 SMA nggak mau bergaul. Mereka masih sakit trauma, tanpa sadar kalau ketemu pria seusia pelaku ketakutan. Rasanya butuh waktu lama menyembuhkan jiwanya. Saya akan tetap berjuang dan memperjuangkan keadilan demi masa depan anak-anak Saya,” ujar Diah.

Sebelumnya pada Rabu (31/1/24) pada sidang tertutup, JPU membacakan tuntutan kepada terdakwa Ikhwanudin dengan hukuman 12 tahun dan 3 bulan penjara. Dilanjutkan dengan pembelaan lisan terdakwa melalui penasehat terdakwa dengan meminta keringanan hukuman. (Oke)

___ __ ___ ___ ___ ___ ___ ___ __ ___ __ __ __ ___

Komentar