Stikes Papua Gelar Kuliah Perdana, Ciptakan Suasana Akademik yang Bermutu

SORONG, PBD – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Papua menggelar pembukaan kuliah perdana semester genap tahun akademik 2023/2024, bertempat di Stikes Papua, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (25/3/24).

Diketahui, kuliah perdana itu mengajuk tema ‘Penerapan Keilmuan dan Pemberdayaan Tenaga Kesehatan dalam Pembangunan dan Menciptakan Suasana Akademik yang Bermutu’.

Dalam kuliah perdana, dibuka secara resmi dan langsung oleh Kepala Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim, S.KM M.Kes sekaligus sebagai narasumber.

Selain Kepala Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim, S.KM M.Kes sebagai narasumber, hadir pula Ahli Deteksi Dini Penyakit Malaria pada Masyarakat, Fenti A. Tupanwael, S.Si., M.Biomed dalam memaparkan materinya.

Kepala Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim, S.KM M.Kes mengatakan bahwa, Stikes Papua mampu menciptakan lingkungan kampus yang sehat, nyaman dan terhindar dari 5 dosa besar perguruan tinggi yakni perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, narkoba dan korupsi.

“Pendidikan adalah sebuah seni untuk mencipta manusia menjadi beretika,” ucap Kepala Stikes Papua, Dr. Marthen Sagrim, S.KM M.Kes dalam pemaparan materinya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, mengapa topik tentang 5 dosa besar menjadi penting, sebab dinilainya salah satunya untuk menghapuskan kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan.

“Untuk menghapuskan kekerasan di satuan pendidikan, agar peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman dan menyenangkan serta menghindarkan semua warga di lingkungan kampus dari unsur-unsur atau tindakan kekerasan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, diterangkannya, terdapat upaya Stikes Papua dalam menyikapi 5 dosa besar dalam lingkungan akademik.

“Pertama, pembentukan satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) terdiri dari dosen, tendik dan mahasiswa. Kedua, melakukan perubahan perilaku mahasiswa melalui komunikasi Kesehatan dengan cara pembuatan spanduk dan banner. Ketiga, zona integritas menuju wilayah bebas korupsi, dengan tata kelola yang baik, penguatan akuntabilitas serta pelayanan publik yang berkualitas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembukaan Kuliah Perdana Stikes Papua, Dedi Arman, S.Tr.A.K menuturkan, dalam pelaksanaan kuliah perdana itu, sebanyak kurang lebih 500 mahasiswa turut hadir mengikutinya.

Dibeberkannya, mahasiswa yang mengikuti kuliah perdana berasal dari berbagai lintas program studi yang ada di Stikes Papua.

“Mahasiswa yang ikut kuliah perdana ada kurang lebih 500, itu dari program studi S1 Ilmu Keperawatan, S1 Farmasi, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sama D3 Teknologi Laboratorium Bisnis,” bebernya.

Diungkapkanya, seharusnya sebanyak lebih 1.000 mahasiswa yang mengikuti kuliah perdana, namun diakuinya banyak mahasiswa yang masih berada diluar daerah.

“Soalnya yang ikut kuliah perdana tadi semestinya harus ikut lebih 1.000 mahasiswa, namun terdapat banyak mahasiswa yang masih berada diluar Sorong yang sudah registrasi,” ungkapnya.

Diharapkannya, mahasiswa yang telah mengikuti rangkaian kuliah perdana agar lebih aktif dan rajin dalam menimba ilmu di Stikes Papua, sehingga kedepannya dapat lulus tetap waktu.

“Semoga mahasiswa lebih aktif, salah satunya dalam registrasi, rajin kuliahnya, kalau bisa lulus tepat waktu,” harapnya. (Jharu)

___ __ ___ ___ ___ ___ ___ ___ __ ___ __ __ __ ___

Komentar