Sidak di SD Inpres 17, Guru Tidak Gunakan Masker Karena Alasan Mengganggu Suara

SORONG,- Menindak lanjuti informasi yang beredar beberapa orang tua murid terkait Prorokol kesehatan para guru dan murid yang melakukan proses pembelajaran secara tatap muka, Satuan Tugas (Satgas) COVID 19 menggelar inspeksi mendadak (Sidak) salah satunya di SD Inpres 17 Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (26/8/21).

Pelaksanaan sidak ini dilaksanakan mulai sekitar pukul 09.30 WIT sampai selesai dengan target sekolah secara acak.

___

Pada saat sidak berlangsung, tim satgas COVID 19 Kota Sorong menemukan dalam ruang kelas masih ada beberapa tenaga pendidik yang tidak menggunakan masker saat proses pembelajaran berlangsung.

Saat ditanyakan oleh tim satgas yang melakukan sidak, salah satu tenaga pendidik menuturkan bahwa Ia tidak menggunakan masker berdalih dapat mengganggu suara dalam proses pembelajaran berlangsung sehingga siswa yang mengikuti pembelajaran tidak dapat mendengarkan suara dengan baik.

Selain itu juga satgas menemukan siswa yang tidak menggunakan masker saat proses pembelajaran.

Pihak sekolah melalui Kepala Sekolah, Horas Sianturi mengaku telah membatasi peserta didik sebanyak 50% dari total keseluruhan siswa serta terus menerus mengingatkan guru dan siswa agar selama pelaksanaan pembelajaran tetap menggunakan masker. Namun apa daya, masih saja kecolongan kedapatan sejumlah siswa dan guru tidak menggunakan masker dengan berbagai alasan mulai kesulitan bernafas hingga menganggu saat berbicara.

Kemudian, penyediaan masker cadangan telah disiapkan pihak sekolah untuk meminimalisir siswa datang ke lingkungan sekolah yang tidak menggunakan masker.

Dalam pantauan sorongnews.com orang tua siswa juga nampak berkerumun didepan pintu gerbang sekolah yang mampu menimbulkan klaster penyebaran COVID 19. (Jharu/Oke)

___ ___

Komentar