oleh

Samuel Kambuaya : Mau Jadi TNI atau Polisi, Jangan Bungkus

MAYBRAT, – Anggota Majelis Rakyat Papua – Papua Barat (MRP – PB) Pokja Adat utusan dari Kabupaten Maybrat, Samuel Kambuaya, mengajak generasi muda Papua lebih khususnya generasi Maybrat agar menjauhkan diri dari hal-hal tidak baik, jika bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI maupun Polri.

Ia juga meminta para orang tua untuk selalu berperan aktif dalam memberi pemahaman-pemahaman yang baik bagi anak dalam Membina, mendidik, dan mengarahkan anak-anak semenjak dari SD sampai SMA untuk menjauhkan diri dari hal yang dinilai bertentangan dengan norma etika, seperti minuman keras dan narkoba.

“Lalu, yang dibilang tren sekarang dari aspek kearifan lokal yakni bungkus dan suntik bagi kaum laki-laki. Kedua hal ini harus dijauhkan karena sangat berdampak bagi generasi kita yang ingin ikuti tes TNI dan Polri. Jadi peran orang tua sangat penting disini memberikan pemahaman”, terang Samuel kepada sorongnews.com di Maybrat, Papua Barat, Selasa (22/6/21).

Tidak hanya orang tua lanjut dia, pemerintah juga harus turut berperan membantu dengan mengeluarkan suatu kebijakan daerah untuk mengalokasikan anggaran terhadap instansi terkait. Misalnya dinas pendidikan, sehingga mereka turut sosialisasi soal bahaya-bahaya tersebut disekolah kalau ingin jadi TNI/Polri.

“Maka, ketika ada kebijakan dari pemerintah pusat buka penerimaan Bintara TNI/ Polri di Papua sama Papua Barat. Anak-anak Papua atau OAP sudah siap mengikuti tes baik dari aspek kesehatannya maupun aspek lainnya. Sebab syarat yang paling utama jadi prajurit TNI/Polri adalah kesehatan”, tutup Samuel. (Valdo)

Komentar