Sambut Hari Bhakti Rimbawan dan Cegah Perubahan Iklim, Pemprov PBD Hijaukan Perkantoran Km 8

SORONG, PBD – Menyambut hari bhakti rimbawan ke 41, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) menggelar penanaman pohon serentak di areal perkantoran Pemprov PBD di eks Diklat Kilo meter 8 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (7/3/24).

Kepala DLHKP Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu menjelaskan alasan dipilihnya areal perkantoran Km 8 karena Pemprov Papua Barat Daya memiliki komitmen untuk pembangunan ramah lingkungan.

“Bapak Gubernur berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya. Oleh sebab itu salah satu hal yang sudah kami lakukan adalah membuat dokumen kajian lingkungan hidup strategis RPJMD dan RPJPD. Nah itu sedang dilakukan verifikasi di Kementerian LHK untuk selanjutnya di bawa ke Provinsi. Dengan adanya kajian lingkungan hidup strategi Artinya bahwa semua perencanaan program kegiatan itu di akomodir di dalam kajian strategi sehingga semuanya harus mendukung pembangunan berkelanjutan termasuk menghijaukan perkantoran pemerintahan,” sebut Kelly Kambu.

Ia juga mengatakan bahwa sesuai amanat Sekjen PBB bahwa Bumi saat ini bukan lagi panas tapi mendidih, oleh karena itu dengan menanam 1 pohon sudah dapat menyelamatkan bumi setara menghemat 5 unit AC.

Asisten I Pemprov PBD, Jhony Way mewakili Pj Gubernur Papua Barat Daya memberikan apresiasi atas kegiatan penanaman di perkantoran Pemprov Km 8.

“Prinsipnya, Kami mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan penanaman pohon dalam rangka menyambut Hari Bhakti Rimbawan 16 Maret mendatang. Kemudian dalam rangka konservasi, tadi ditanam juga tanaman-tanaman endemik Papua seperti Matoa. Kami harap kedepannya lebih digaungkan terus kegiatan penanaman ini supaya masyarakat ikut menanam di lokasinya masing-masing. Di rumahnya di sekitar rumahnya masing-masing karena ini untuk kepentingan kita sendiri,” sebut Jhony Way.

Adapun tanaman yang ditanam diantaranya pucuk merah, matoa, ketapang kencana, Merbau dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari BBKSDA, Dinas Kehutanan Kabupaten Kota dan pihak sekolah. (Oke)

___

Komentar