Rumah Ketua Bawaslu Kota Sorong Diserang Massa dan Terima Kekerasan Verbal

SORONG, PBD – Kediaman ketua Bawaslu Kota Sorong, Julce Ivone Sahureka diserang sekelompok masyarakat di Kilometer 13 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu malam (18/5/24).

Ditemui sejumlah media, Minggu (19/5/24) Ketua Bawaslu, Julce Ivone Sahureka membenarkan kejadian tersebut.

__ ___

“Ia benar telah terjadi penyerangan dirumah Saya. Sebelumnya, massa mendatangi rumah mertua Saya di Malanu. Tapi karena dihalangi Mertua, mereka datang kerumah dan merusak halaman serta teras rumah mengakibatkan sejumlah tanaman hias Saya rusak,” ujar Ivone.

Ditambahkan oleh Ia, saat kejadian kebetulan Ia sudah dihubungi suami bahwa massa datang kerumah orang tuanya. Sehingga Ia, bersama Ibunya serta anak kecilnya keluar rumah menyelamatkan diri.

“Menurut tetangga ada dua mobil dan iring-iringan sepeda motor yang datang. Mungkin puluhan ya, dalam video itu mereka mengancam, mengintimidasi, memfitnah saya dengan keji. Akhirnya saya telepon polisi untuk mengamankan massa,” lanjut Ivone.

Ia mengisahkan bahwa sebelumnya pada Kamis (17/5/24) Ia bersama anggota bawaslu lainnya sedang menerima tamu dari Bawaslu RI. Ditemani Bawaslu PBD, sejumlah massa dan partai Demokrat datang ke kantor Bawaslu PBD untuk menyerahkan dokumen.

Tapi Ia tidak lanjut ikut pertemuan karena mendapatkan kekerasan verbal dari sejumlah massa saat dirinya ijin ke toilet. Hingga akhirnya meminta staf untuk mengantarkan dirinya ke lantai 2 untuk mengamankan diri.

Atas kejadian tersebut, Ia pun mengambil upaya hukum dengan melaporkan kejadian pengerusakan dan ancaman kepihak berwajib.

Ia pun menduga bahwa massa aksi yang menyerang dan melakukan kekerasan verbal adalah massa pendukung caleg Gagal yang tidak diakomodir KPU Kota Sorong pada Penetapan Anggota DPRD Kota Sorong, bernama Yosep Kocu.

“Saat dimaki-maki, dicaci, difitnah mereka ada sebut nama Yosep Kocu. Tapi Saya tidak habis pikir, karena saat demo kan mereka tidak ke kami Bawaslu Kota Sorong. Mereka ke KPU Kota dan Bawaslu provinsi. Jadi kami pikir tidak ada masalah. Lagian kalau keberatan kan bukan ranahnya bawaslu yang menetapkan kursi anggota DPRD. Kami bertugas hanya mengawasi dan itu sudah dilakukan selama pleno. Kami juga sudah menyurat ke DKPP RI terkait mangkirnya KPU Kota Sorong saat hendak dimintai keterangan pada pelantikan PPD kemarin,” lugas Ivone.

Ia berharap, kejadian serupa tak lagi terulang, apalagi mendekati proses Pilkada yang tentunya semakin banyak konflik yang akan terjadi.

“Saya harap, masyarakat semakin dewasa dan bijaksana. Jangan main hakim sendiri, ada proses dan tahapan menyampaikan aspirasi. Atas kejadian ini, Saya juga sudah melapor secara berjenjang ke Bawaslu provinsi dan Bawaslu RI,” harapnya.

Saat ini Ia pun telah meminta penambahan pengamanan atas dirinya ke pihak kepolisian. (Oke)

___ __ ___ ___

Komentar