PSP3EK dan JKLPK Hibur Anak-Anak Korban Banjir di Kompleks Kokoda Victory

SORONG, – Masih dengan tema yang sama yaitu ada senyuman di tengah bencana, Ketua Pusat Study Pengajian Perempuan dan Ekonomi Kerakyatan (PSP3EK) sekaligus Ketua Jaringan Kerja sama antar Lembaga Pelayanan Kristen Region Papua Barat (JKLPK), Johana Kamesrar yang akrab disapa Kakak Jo kembali melakukan pelayanan kasih dengan mendatangi anak-anak korban banjir di kompleks Emeyodere kampung Kokoda Victory Kilo meter 10, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (6/9/22).

Dalam keterangannya kepada sorongnews.com, Kakak Jo mengatakan ada sekitar 46 anak yang bergabung saat dirinya datang bersama tim. Dimana dari 46 anak terbagi atas anak beragama muslim dan anak beragama nasrani.

___

“Kedatangan Saya di sini (Kompleks Kokoda Victroy) adalah kali kedua setelah banjir tahun 2020 lalu, Saya datang bersama relawan Kasuari. Kali ini Saya datang dengan nama lembaga Saya sendiri, untuk memberikan bantuan trauma healing kepada anak-anak pasca bencana banjir besar beberapa waktu lalu,” ujar Kakak Jo.

Kegiatan yang diisi dengan kegiatan mewarnai, menggambar, memasukan paku dalam botol, mendongeng dan mengoper bola bertujuan untuk menghilangkan traumatik dan rasa takut pasca banjir. Hal ini perlu dilakukan karena menurutnya, anak-anak secara psikologis masih kesulitan mengutarakan perasaan mereka akibat musibah banjir tersebut.

“Saya berpikir untuk harus memberikan pelayanan dalam Traumatik Healing seperti yang saya pernah lakukan bersama beberapa teman Pskologi dari Universitas Atmajaya ketika banjir bandang di kabupaten Teluk Wondama beberapa tahun lalu. Karena anak-anak ini mereka butuh support dan kepercayaan diri atas musibah yang telah terjadi,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga melihat bahwa ada beberapa nama-nama anak di Kokoda yang bagus dan unik.

“Saya berpikir begini semua nama punya arti dan nama mereka juga punya arti dan akan membawa mereka menuju impian mereka kelak ketika besar nanti. Nama mereka ada yang nama Nur setau saya Nur adalah cahaya semoga dia menjadi cahaya untuk dirinya sendiri bahkan untuk keluarga dan sesama umatnya. Ada juga yang bernama Faujia, Safaria, Anisa, Saskia, Refan, Renol, Suleman dan juga Naim nama – nama mereka mengandung arti yang baik. Ada senyum di tengah bencana adalah pilihan tema yang saya buat untuk mau mengatakan bahwa tetap tersenyum walaupun ada bencana karena semua ini seijin Tuhan,” kesannya.

Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang peduli dan mau berbagi dari hasik kerja mereka untuk menyisihkan rejeki dalam pelayanan terhadap Tuhan dan Tuhan akan membalas semua kebaikan orang-orang baik yang mempercayakan lembaganya untuk terus memberikan penghiburan kepada anak dan perempuan.

“Generasi Papua hampir punah sehingga kami di ijinkan Tuhan untuk berbagi bersama mereka yang mengalami musibah bencana. Hari ini melihat mereka tersenyum sayapun tersenyum dan berkata dalam hati Tuhan berkati mereka semua hingga tercapai impian mereka,” harapnya.

Setelah semua kegiatan ditutup dengan makan kacang hijau bersama, foto bersama dan diakhiri dengan doa penutup, agar mereka menjadi anak-anak yang kuat, sehat dan bahagia. (Oke)

___ ___

Komentar