oleh

Presiden KP2IT Lantik DPD dan DPC KP2IT Se-Papua Barat, Gelar Dialog Nasional

MANOKWARI,- Presiden Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur (KP2IT), Petrus Kasihiw melantik DPD dan DPC KP2IT Se-Papua Barat serta melaksanakan Dialog Nasional, bertempat di salah satu hotel di Manokwari, Papua Barat, Rabu (18/1/23).

Dalam sambutannya, Presiden KP2IT, Petrus Kasihiw mengatakan bahwa Indonesia memiliki dua zona wilayah strategis yang membentang luas yakni Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat Indonesia, mulai dari Pemerintah Pusat hingga Daerah.

Tak hanya itu, disebutkannya, program pembangunan bersifat konperhensif dan memegang peran vital dalam peningkatan kesejatraan masyarakat, maka menurutnya perlu adanya keterpaduan dan sinkronisasi antar wilayah dan kawasan.

Lanjutnya, Pemerintah harus memberikan perhatian terhadap Kawasan Timur Indonesia, terutama di daerah Papua dan Papua Barat. Hal ini dinilainya sesuai Inpres (Intruksi Presiden) Nomor 9 Tahun 2009 tentang percepatan pembangunan kesejatraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Potensi pembangunan dan Insfraktruktur di Papua Barat terus didorong, agar tercipta keseimbangan pembangunan antar wilayah, dan siapa yang harus mendorong pembangunan yaitu stakeholder, badan swasta maupun organisasi pusat dan daerah,” kata Presiden KP2IT, Petrus Kasihiw yang saat ini menjabat sebagai Bupati Teluk Bentuni.

Kemudian, menurutnya KP2IT adalah satu-satunya organisasi Nasional yang tengah mengambil ahli peran tugas dan tanggungjawab sosial dan berada digarda terdepan dalam mendorong percepatan pembangunan Kawasan Indonesia Timur dan menjadi lokomotif kemajuan pembangunan Kawasan Timur Indonesia.

Selain itu, dikatakannya juga bahwa Indonesia Timur adalah pusat peradaban pembangunan yang berusaha memperjuangkan aspirasi kesejatraan masyarakat dan mendorong percepatan ekonomi pembangunan Kawasan Indonesia Timur dan ribuan Kabupeten Kota. Tentunya dinilai Petrus KP2IT menjadi satu-satunya organisasi yang memperjuankan pembangunan Kawasan Indonesia Timur.

“Kekuatan KP2IT berada di Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat. Penyebar ide dan gagasan ketika akses pembangunan sektor Indonesia Timur berjalan tidak berimbang, namun dengan kehadiran KP2IT menyelamatkan hak-hak kepentingan masyarakat agar terbagi akses pembangunan rakyat secara adil,” tuturnya.

Saat ini pembangunan Indonesia Timur dijelaskannya banyak mengalami beragam kasus, separti segregasi wilayah, daerah tertinggal, potensi konflik hingga sampai kepembagian kue anggaran yang tidak merata ke Indonesia Timur, dan pada hal ini diterangkannya Indonesia Timur memberikan income terbesar bagi Indonesia, termasuk Papua dengan sumber daya alam yang melimpah dan kekayaan terbesar, kendati demikian kita belum merasakan denyut nadi kemerdekaan pembangunan, hal inilah yang melatarbelakangi tumbuh besarnya KP2IT yang hidup besar di Indonesia.

“Saya mendorong KP2IT agar terus berjuang membela keadilan dan mendorong semua DPD se-Papua Barat agar eksis, survive dan padat gagasan, terus menciptakan ide dalam rangka mengawal pembangunan Indonesia Timur pada umumnya dan ikut memajukan Provinsi Papua Barat secara khususnya. Bersinergi dengan Pemerintah Daerah bersama TNI-Polri menciptakan keamanan masyarakat  Papua yang kondusif dan berkolaborasi dengan stakeholder lainnya dalam membangun Papua Barat yang suistinabel,” jelasnya.

Selanjutnya, dipaparkannya memasuki pesta politik lima tahun yakni Pilkada Gubernur maupun pemilu 2024 mendatang, KP2IT akan tetap berperan aktif serta eksis mensukseskan Pemilu 2024 yang demokratis, KP2IT akan mendorong pemimpin yang jujur dan amanah serta bertanggungjawab agar tercipta pimpinan leadersip yang pro terhadap kepentingan masyarakat.

“KP2IT siap distribusi kader terbaik pada Pemilu 2024 dan mendorong kader-kader terbaik untuk berkompetisi dalam perebutan kekuatan sehingga visi-misi organisasi KP2IT dapat menyebar dan terealisasi demi sama-sama memajukan Indonesia Timur yang berdaulat dan Papua Barat yang berkelanjutan,” tutupnya. (Rolly/Jharu)

Komentar