Presiden Jokowi Resmikan RSPPN dan 25 RS TNI se Indonesia Termasuk RSAD dr Aryoko Sorong

SORONG, PBD – Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman dan 25 Rumah Sakit TNI seluruh Indonesia secara hybrid, Senin (19/2/24).

Dalam laporannya, Menteri pertahanan sekaligus Calon Presiden 02, Prabowo Subianto mengatakan bahwa RSPPN Panglima besar Soedirman memiliki 28 lantai, luas bangunan 62.000 meter persegi diatas lahan 2,2 hektar melayani masyarakat umum dengan dukungan fasilitas 1.000 tempat tidur, 11 ruang operasi, 90 tempat tidur ruang rawat intensif, 65 tempat tidur untuk ruang IGD dan merupakan Rumah Sakit terbesar milik TNI. Dilengkapi peralatan berbasis teknologi robotik, hiperbarik, hemodialisa, alat kemoterapi dan peralatan modern lainnya.

Selain itu, diresmikan pula 25 rumah sakit TNI lainnya yaitu 15 RSAD, 4 RSAL dan 6 RSAU yang tersebar di seluruh Indonesia. Dimana 5 Rumah Sakit TNI diresmikan pada tahun 2023 dan 20 sisanya diresmikan pada tahun 2024 saat ini.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan dengan adanya Rumah sakit TNI yang tersebar di seluruh Indonesia dengan dukungan fasilitas dan peralatan modern dapat menjadi rujukan keluarga besar Kemenhan dan masyarakat umum serta menjadi rumah sakit pendidikan Universitas Pertahanan.

“Tidak kalah penting, Rumah Sakit ini juga harus siap menjadi Rumah Sakit tanggap bencana. Saya sampaikan pada hari ini Saya resmikan RSPPN Panglima Besar Soedirman dan Rumah sakit TNI lainnya guna mendukung pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia,” ucap Jokowi.

Di Provinsi Papua Barat Daya terdapat 2 RS TNI yang turut diresmikan, yaitu RSAD dr Aryoko dan RSAL dr Oetojo.

Danrem 181 PVT, Brigjen TNI Totok Sutriono dalam keterangannya usai meninjau RSAD dr Aryoko menjelaskan bahwa luas bangunan RSAD dr Aryoko seluas 5.639 meter persegi dan dapat diperluas lagi sesuai kebutuhan. Dimana saat ini RSAD dr Aryoko memiliki ruang IGD, ruang rawat inap dengan jumlah kasur hingga 50 bed. Dimana dengan dukungan 2 dokter spesialis gigi, 3 dokter umum dan 7 dokter spesialis lainnya didukung tenaga perawat, farmasi dan lain sebagainya. Serta rencana penambahan 25 personil perawat dari Mabes TNI AD guna mendukung operasional RSAD dr Aryoko.

Selain itu terdapat 7 poliklinik mulai dari poli gigi, poli jantung, poli kebidanan, poli anak, poli THT dan lain sebagainya. Dimana saat ini RSAD dr Aryoko sementara belum beroperasi karena masih menunggu surat ijin operasional, peralatan dan fasilitas tambahan.

“Harapan kami, awal bulan Oktober sudah bisa beroperasi, jadi mohon bantuan pemerintah provinsi, Ibu kadis kesehatan provinsi, BPJS Kesehatan agar Kami lekas dapat beroperasi dan melayani masyarakat umum juga personil TNI,” harap Danrem.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembagian sembako dan pengobatan gratis bagi warga.

Hadir mewakili Pj Gubernur Papua Barat Daya, Kepala Dinas Kesehatan PBD, Netty Howay Sagrim, mewakili Pj Wali Kota Sorong, Kadiskes, Hermanus Kalasuat, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Ketua GKI, Ketua MUI dan tokoh masyarakat. (oke)

___

Komentar