oleh

Polres Amankan 4 Pelaku Pemalsu Surat Vaksin Dan Swab Antigen, Raup 800Ribu Perorang

 

SORONG, – Polres Sorong Kota melakukan pres release terkait dua tindak pidana pemalsuan surat Vaksin dan pemalsuan Tanda tangan sebagai salah satu persyaratan dalam melakukan perjalanan ke daerah lain dimasa PPKM, yang berlangsung di Mapolres Sorong Kota, Papua Barat, Kamis (22/7/21).

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan berdasarkan LP No 56874/2021 pada tanggal 13 Juli 2021 dan tanggal 12 Juni 2021 telah terjadi pemalsuan surat Vaksin dan Swab antigen di Kota Sorong.

“Berdasarkan laporan polisi No 56874/2021 Polres Sorong Kota pada tanggal 13 Juli 2021 yang pertama terkait pemalsuan surat Kartu vaksinasi COVID-19 dan yang kedua pemalsuan surat Swab yang terjadi pada tanggal 12 Juni 2021 yang terjadi di Kota Sorong,”terang Kapolres.

Kronologi kejadian tersebut terjadi pada saat kedua pelaku pengguna yang berinisial S dan E yang melakukan perjalanan ke Makassar melalui bandara DEO yang dicurigai oleh petugas KKP dan Satgas COVID 19, sehingga mereka melakukan pengecekan ke puskesmas dan rumah sakit namun ternyata dikonfirmasi surat Vaksin dan Swab tersebut dipalsukan.

Dalam konferensi pers tersebut terlihat beberapa surat beserta stempel yang dipalsukan oleh pelaku untuk melakukan perjalanan ke daerah lain yang mana Swab antigen dan surat vaksin tersebut dijual dengan harga Rp800ribu perpaket.

“Dua orang yang ingin berangkat mendapatkan surat tersebut dari perantara inisial L. Dirinya yang menawarkan bahwa mereka bisa menyiapkan surat Vaksin dan Swab bagi yang membutuhkan. Namun saat ini kami masih mencari pelaku yang berinisial P sebagai pembuat Surat palsu tersebut,”tandasnya.

Kapolres mengatakan dari ketiga pelaku tersebut akan dikenakan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dan pelaku perantara dikenakan 268 tentang pemalsuan tanda tangan. Masing-masing dengan ancaman pidananya sebanyak 6 tahun tambah pasal 268 yang mana ayat 1 empat tahun penjara dan ayat 2 empat tahun sehingga ancaman hukumannya selama 14 tahun penjara. (Fatrab/Oke)

Komentar