Polisi Tangkap Pelaku Rudapaksa Mahasiswi di TPU Yobar Merauke

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Kepolisian Resort (Polres) Merauke berhasil menangkap SK alias S, pelaku rudapaksa seorang mahasiswi yang terjadi di TPU Yobar Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suarnaya melalui Kasi Humas Polres Merauke AKP Ahmad Nurung didampingi KBO Satuan Reskrim, Ipda Sewang, Kamis (18/4/24).

Dijelaskan, kronologis kejadian kasus rudapaksa seorang mahasiswi inisial DW pada Selasa, 2 April 2024 sekitar pukul 08.25 WIT.

Korban berangkat menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Jalan Arafura, Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke menuju ke kampus Universitas di Merauke, tiba-tiba dihadang YS saat melintas di area TPU Yobar.

“Ketika korban dihadang oleh pelaku yang membawa sebilah parang. Korban berusaha menghindar dengan menambah laju motor, namun pelaku menarik stir motor sehingga korban terjatuh,” ungkap Kasie Humas Polres Merauke, AKP Ahmad Nurung.

“Pelaku kemudian menodong parang kearah korban, mengancamnya agar tidak bersuara. Lalu membawa korban kedalam area kuburan dan melakukan pemerkosaan. Setelah itu, pelaku mengambil tas (yang berisi 1 unit handphone) dan sepeda motor korban,” sambungnya.

Atas kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Merauke AKP Haris Baltasar Nasution bergerak cepat bersama tim Opsnal melakukan penyelidikan mencari pelaku.

Hasil penyelidikan, pelaku berhasil diamankan pada tanggal 12 April 2024 sekitar pukul 12.30 WIT didaerah Jati-jati Mopah Lama Merauke tanpa adanya perlawanan terhadap petugas.

“Berhasil diamankan barang bukti dari pelaku berupa 1 bilah parang panjang, 1 unit sepeda motor Yama Jupiter Z warna merah dan 1 unit HP merek Vivo berwarna biru metalik,” bener AKP Ahmad Nurung.

Kini pelaku rudapaksa, SK alias S berhasil diamankan di rutan Polres Merauke untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku dapat dijerat, pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan pasal 365 ayat (1) KUHP dan kedua pasal 285 KUHP dengan pidana paling lama 12 tahun penjara,” tandanya. (Hidayatillah)

___

Komentar