Plh Ketua MRP PBD : Rekapitulasi Menggambarkan OAP Tersisih dalam Hak Politiknya

SORONG, PBD – Plh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya (PBD), Mesak Mambraku menyebut bahwa, proses rekapitulasi surat suara menggambarkan Orang Asli Papua (OAP) tersisih dalam hak politiknya.

Hal ini disampaikan Plh Ketua MRP PBD itu saat ditemui Sorongnews.com usai menghadiri Inagurasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua Barat Daya bertempat di Gedung Serba Guna Sirambe, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (29/2/24).

___

“Didalam rekapitulasi sementara, itu analisis terhadap rekapitulasi menggambarkan Papua dalam konteks OAP tersisih dalam hak politiknya,” ucap Mesak Mambraku.

Lebih lanjut, menurutnya, situasi yang terjadi saat ini di Provinsi termuda di Indonesia ini dan hampir secara merata di Bumi cenderawasih bahwa, pesta demokrasi menjadi suatu ukuran keberpihakan hak politik bagi OAP.

“Situasi yang terjadi di Provinsi Papua Barat Daya dan hampir secara merata di Papua bahwa pesta demokrasi ini menjadi suatu ukuran keberpihakan hak politik bagi orang asli Papua,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Mesak membeberkan, terdapat dua indikator agar OAP tidak tersisih dan dapat memperoleh kursi atau jabatan politik.

“Kenapa tersisih, karena ada dua indikator yang menjadi orang Papua itu bisa menduduki kursi atau jabatan politik,” bebernya.

“Pertama finansial dan kedua adalah sementara ini Ras Papua diseluruh Tanah Papua mungkin di pegunungan, tetapi di Provinsi Papua Barat Daya minoritas, sehingga regulasi untuk mencapai satu kursi itu minim dan tidak memenuhi syarat,” lanjutnya. (Jharu)

___ __ ___ ___

Komentar