Pj Sekda PBD Tekankan Pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

SORONG, PBD – Pj Sekda Papua Barat Daya, Jhony Way menekankan pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) sampai tahun 2030 dalam agenda pembangunan global untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan melindungi bumi.

Hal ini disampaikan Jhony Way saat memberikan sambutan sekaligus membuka pelaksanaan Konsultasi Publik dan Workshop Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Provinsi Papua Barat Daya yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Barat Daya di salah satu hotel di Kota Sorong, Jumat (19/4/24).

Pj Sekda PBD itu mengatakan bahwa, komitmen pencapaian TPB melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga non pemerintah, baik di tingkat Nasional maupun Daerah. Komitmen pelaksanaan TPB di tingkat Nasional disampaikannya dapat diwujudkan dalam bentuk Rencana Aksi Nasional (RAN) yang dikuti dengan Rencana Aksi Daerah (RAD) tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Sebagai Provinsi termuda, Papua Barat Daya
juga sedang berproses dalam penyusunan RAD TPB 2024-2026 yang pada hari ini sedang dalam tahapan konsultasi publik,” ujar Pj Sekda PBD, Jhony Way.

Lebih lanjut, diterangkannya bahwa, dengan adanya dokumen RAD TPB tahun 2024-2026, diharapkan dapat menjadi acuan dalam pencapaian pembangunan khususnya pada pilar sosial, ekonomi, lingkungan hidup, hukum dan tata kelola pemerintahan.

“Tidak mudah untuk mencapai target-target TPB diperlukan kreativitas dan inovasi yang memungkinkan target terwujud,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Jhony memaparkan dan menekankan pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Berikut ini Sorongnews.com menghimpun penyampaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang disampaikan oleh Pj Sekda Jhony Way sebagai berikut :

1. Tanpa Kemiskinan.
2. Tanpa Kelaparan.
3. Kehidupan sehat dan sejahtera.
4. Pendidikan berkualitas.
5. Kesetaraan gender.
6. Air bersih dan sanitasi layak.
7. Energi bersih dan terjangkau.
8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
9. Industri, inovasi dan infrastruktur.
10. Berkurangnya kesenjangan.
11. Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan.
12. Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab.
13. Penanganan perubahan iklim.
14. Ekosistem laut.
15. Ekosistem daratan.
16. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh.
17. Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Ditambahkannya bahwa, diperlukan kerjasama multipihak berdasarkan prinsip-prinsip gotong royong, dari semua sektor baik state actor maupun non state actor untuk melaksanakan TPB sebagai gerakan bersama.

“Oleh karena itu, konsultasi publik menjadi
sangat fundamental untuk mendapatkan masukan, saran-saran perbaikan dan kemungkinan terobosan yang dapat dipakai sebagai bahan perbaikan Rencana Aksi Daerah TPB Provinsi Papua Barat Daya menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Bapperida Papua Barat Daya, Dian Komalawati menuturkan bahwa, tujuan pembangunan berkelanjutan dikenal sebagai tujuan global, diadopsi oleh PBB pada tahun 2015 sebagai seruan universal untuk bertindak guna mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, dan memastikan bahwa pada tahun 2030 semua orang menikmati perdamaian dan kesejahteraan.

“Tujuan pembangunan berkelanjutan mengamanatkan penyusunan 3 dokumen penting dalam pelaksanaan TPB di indonesia yaitu Rencana Aksi Nasional (RAN), Rencana Aksi Daerah (RAD) dan peta jalan TPB menuju 2030,” ucap Perwakilan Bapperida Papua Barat Daya, Dian Komalawati.

Diakuinya, sampai dengan Januari 2023, sebanyak 32 Provinsi telah menetapkan Rencana Aksi Daerah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai Provinsi termuda Papua Barat Daya juga sedang berproses dalam penyusunan RAD TPB 2024-2026 yang pada hari ini sedang dalam tahapan konsultasi publik.

“Sebagai output dari workshop ini, ditargetkan pada tahun 2024, Provinsi yang sedang dalam tahap penyelesaian dokumen RAD TPB dapat segera menetapkan RAD TPB melalui Pergub,” tutupnya. (Jharu)

___

Komentar