Pj Gubernur Papua Selatan Apresiasi MODS – II, IDI : Kami Ingin Menyehatkan Masyarakat

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan, Prof Dr Ir Apolo Safanpo, ST, MT mengapresiasi terselenggaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Merauke One Day Symposium II (MODS-II) disalah satu hotel Merauke, Sabtu (16/3/24).

“Seminar ini sangat penting karena memberikan edukasi berkaitan upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Orang nomor satu di Papua Selatan ini mengatakan, materi-materi sosialisasi atau edukasi bisa lahir melalui seminar dan seminar harus lahir dari riset yang mendalam.

“Kita harapkan, IDI MODS-II akan memberikan manfaat yang optimal bagi kita semua juga seluruh IDI di Merauke dan Papua Selatan serta bagi masyarakat dalam upaya menjaga kualitas kesehatan,” tandas Pj Gubernur Apolo Safanpo.

Dikesempatan yang sama, Ketua IDI Merauke, dr Mario Simatupang, SpOT menjelaskan, IDI MODS-II menargetkan 200 peserta namun antusias yang mendaftar cukup tinggi.

“Selamat menimba ilmu kepada para peserta. Saya mencatat, tingginya pasien cuci darah di Indonesia dengan tindakan hemodialisa,” ungkapnya.

Menurut dr Mario, Papua Selatan hanya memiliki pelayanan hemodialisa di RSUD Merauke dengan alat terbatas sekitar 7 unit.

“Mungkin nanti ada tambahan hemodialisa, rencananya RSUD Merauke bekerjasama dengan pusat,” bebernya.

“Dukungan pemerintah sangat penting bagi kami. Kami ingin membantu menyehatkan masyarakat di Papua Selatan,” sambung dr. Mario.

Dia merincikan, Indonesia baru memiliki dokter spesialis ginjal dan hipertensi sekitar 90 orang, sedangkan Papua baru memiliki 1 orang dokter spesialis ginjal dan hipertensi yang bertugas di Jayapura.

Untuk Papua Selatan, baru memiliki dokter spesialis penyakit dalam yang berstatus ASN yaitu dr Mala Hayati, sedangkan lainnya merupakan dokter kontrak.

Oleh karena itu, dibutuhkan tambahan dokter spesialis ginjal dan hipertensi di Tanah Papua beserta sarana prasarananya. Mengingat pasien cuci darah akan kesulitan untuk terbang dengan kondisi yang lemah bila harus dirujuk keluar daerah.

“Saya rasa ada baiknya kita bisa memenuhi pelayanan hemodialisa dengan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM). Selain berupaya menjalankan 6 pilar yang dicanangkan Menteri, kita utamakan pelayanan promotif dan preventiv,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Ginjal Sedunia 2024 Kabupaten Merauke, dr Mala Hayati, SpPD menjelaskan, IDI MODS-II diikuti dokter dan tenaga kesehatan, pasien dan pendamping, masyarakat umum dan peserta online.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan kesehatan ginjal melalui peningkatan literasi ginjal,” jelasnya.

Sejalan dengan tema hari ginjal Sedunia tahun 2024 yaitu pemerataan akses pelayanan dan praktek pengobatan yang optimal.

“Diharapkan semua orang dimanapun berada dapat mengakses pelayanan dan pengobatan yang optimal terutama untuk penyakit ginjal,” ucap dr Mala Hayati.

Ia juga berharap, dengan dilakukan kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan meningkatkan pemerataan akses pelayanan dan pengobatan. (Hidayatillah/Jharu)

___

Komentar